Beternak Babi Jadi Usaha Potensial yang Patut Dicoba

...

Berternak babi salah satu usaha  yang sangat potensial sebagai mata pencaharian. Sebab, selain dagingnya bisa disantap, namun bisa juga membantu ekonomi keluarga. Berbagai upaya pun terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua untuk membantu memberdayakan masyarakat melalui usaha beternak babi. Salah satunya, dengan menggelar penyuluhan dan pembinaan, serta pemberian paket bibit babi untuk peternak babi yang diberikan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika.

Asisten I Setda Kabupaten Mimika Demianus Katiop ketika membuka penyuluhan tersebut mengatakan,  keberlangsungan hidup masyarakat Papua tidak terlepas dari keberadaan ternak babi, karena dianggap sebagai salah satu hewan yang dipandang penting. "Sehingga kami selalu memberikan bantuan bibit babi satu pasang setiap tahunnya, khususnya masyarakat lokal, terutama yang serius dalam usaha beternak babi yang dibiayai melalui dana Otsus," kata Katiop di Bobaigo Keuskupan Timika, Kamis (10/10).Pembagian bibit babi tersebut sudah menjadi agenda rutin dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika setiap tahunnya untuk masyarakat peternak babi. Secara umum peternakan babi yang dilakukan masyarakat sebagin masih bersifat tradisional, terutama pada pemberian makan yang masih terbilang apa adanya saja. 

Sementara pengelolaan dan pencegahan penyakit masih belum diperhatikan oleh peternak, sehingga pertumbuhan ternak babinya belum optimal. Untuk itu, melalui penyuluhan ini Katiop berharap bibit babi yang telah diberikan dapat berkembang biak menjadi ratusan ekor. "Pembinaan, penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan semoga bisa mendorong dan membantu masyarakat dalam meningkatkan populasi, dan produktivitas ternak babi yang ditekuni masyarakat," tegasnya. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika Yosefina Sampelino mengatakan, selain penyuluhan dan pembinaan peternak babi penerima bantuan bibit babi, pihaknya juga sudah menerapkan sistem kawin suntik. "Melalui sistem kawin suntik ini masyarakat peternak babi lebih bersemangat, karena yang tadinya anaknya cuma lima, setelah dikawin suntik bisa sampai banyak," kata Yosefina. Dalam proses kawin suntik itu juga dikatakan Yosefina ada beberpa tekhnik yang dilakukan. Seperti di bantukan dengan susu SGM karena puting susu pada setiap babi hanya paling banyaknya 15, sementara anak yang dihasilkan banyak. Sedangkan untuk merawat anak babi yang dihasilkan dari kawin suntik tersebut, kata Yosefin, pihaknya membuat kandang kecil untuk meletakan anak babi. "Dalam kandangnya juga itu kita kasih lampu, sehingga dia bisa tetap merasa hangat, dan  tidak tumpang tindih," jelasnya. 

Menurut Yosefin, hasilnya dari kegiatan pembinaan peternak babi dengan bibit unggul tersebut ada kelompok ternak yang sudah berhasil.Seperti Witin, salah satu peternak yang berhasil dalam berternak babi yang bermula dari hanya memiliki satu pasang kemudian menjadi ratusan ekor. "Dia sampai sudah bisa membeli tanah dan lain-lain," pungkasnya. Sementara untuk kawin suntik tersebut baru mulai diterapkan sejak tahun 2019 dan masih dalam tahap uji coba, namun tingkat keberhasilan sangat luar biasa. "Karena sperma yang kita hasilkan itu sperma yang aktif dan bagus," ungkap Yosefina. Sementara untuk sperma itu sendiri dihasilkan dari babi-babi yang dipelihara oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, yang tempat pemeliharaannya ada pada SP 6."Kita punya ada sekitar 10 ekor, namun untuk jantan yang sudah kawin secara alami tidak bisa lagi digunakan untuk kawin suntik," kata Yosefina.