Tentang Mimika

Kabupaten Mimika beribu kota di kota Timika, terletak antara 134o31' - 138o31Bujur Timur dan 4o60-5o18' Lintang Selatan memiliki luas wilayah 19.592 km2 atau 4.75% dari luas wilayah Provinsi Papua. Kabupaten Mimika memiliki batasan administrasi sebagai berikut: 

a. Bagian Utara  : Kecamatan Uwapa, Kecamatan Mapia dan Kecamatan Kamu, Kabupaten Nabire, Kecamatan Tigi, Kecamatan Tigi Timur dan Kecamatan Paniai Timur, Kabupaten Paniai, serta Kecamatan Ilaga dan Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak Jaya, 

b. Bagian Selatan  : Laut Arafuru 

c. Bagian Barat     : Kabupaten Kaimana 

d. Bagian Timur    : Kabupaten Asmat 

Kabupaten Mimika memiliki 12 Distrik/Kecamatan meliputi Distrik Mimika Barat, Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, Mimika Timur, Mimika Timur Tengah, Mimika Timur Jauh, Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Agimura, Jila dan Jita. Distrik Mimika Barat memiliki wilayah terluas yaitu 14,87% dari luas Kabupaten Mimika dan Distrik Kuala Kencana sebagai distrik yang terkecil wilayahnya, yaitu hanya 2,61% dari keseluruhan wilayah Kabupaten Mimika. 

Di kabupaten ini terletak Kecamatan Tembagapura di mana tambang emas terbesar di dunia milik PT. FreePort Indonesia berada. Terdapat sebuah bandar udara nasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Timika. Serta pelabuhan Nasional, di Poumako. Awalnya Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996,Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif , kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom.

Kabupaten Mimika didiami oleh 2 suku asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai. Selain itu ada 5 suku kekerabatan lainnya yakni suku Moni,  Dani, Nduga, Damal dan Lanny. Di kabupaten Mimika sendiri terdapat 2 perguruan tinggi yakni STIE Jambatan Bulan Timika dan Politeknik Amamapare Timika.