MIMIKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Papua melaksanakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam dokumen perencanaan daerah dan penyusunan grand desain pembangunan keluarga (GDPK) 5 pilar di Kabupaten Mimika, berlangsung di ruang rapat kantor Bappeda Mimika, Senin (30/10/2023).
Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah (Setda) Mimika, Paulus Dumais, S.Pd., M.M., didampingi Kepala DP3AP2KB Mimika, Hermalina W. Imbiri, S.E., M.Si., bersama narasumber dari Universites Cenderawasih (Uncen) Drs.Yohanes Rahail, M.Kes. Turut hadir dalam kegiatan ini, tim dari BKKBN Provinsi Papua.
Mewakili Bupati Mimika, Dr. Eltinus Omaleng, S.E.,M.H., Paulus Dumais dalam sambutannya menyampaikan bahwa penduduk adalah elemen penting dalam suatu pembangunan.
"Perubahan yang terjadi dalam kependudukan dapat menentukan arah pembangunan, maka seluruh kebijakan perlu diarahkan kepada proses integrasi kependudukan menuju kesejahteraan sosial," ujarnya.
Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas, perlu dilakukan upaya pengendalian angka kelahiran, dan penurunan angka kematian.
“Pengarahan mobilitas penduduk, pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensi, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, penyiapan dan pengaturan berkeadilan bagi penduduk, agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh," tutur Paulus.
Ia mengungkapkan, pada beberapa daerah yang perkawinan ada di usia paling rendah, seperti di usia 12-13 tahun, kualitas anak-anak banyak yang mengalami keterlambatan mental dan keterlambatan pertumbuhan.
"Untuk itu perlu ada pengendalian pembentukan keluarga dalam masyarakat," tegasnya.
Mengakhiri sambutan Bupati, Paulus berharap agar kegiatan ini dapat memberikan arah yang baik terhadap pelaksanaan pembangunan kependudukan di Mimika.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan arah bagi pelaksanaan pembangunan kependudukan, yang terdiri dari pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, penataan dan pengaturan pemerintah serta pengembangan data base kependudukan, sehingga menjadi pedoman bagi tim penyusunan, agar terjadi sinergitas dan efesiensi," pesan Paulus.
Sementara, Drs.Yohanes Rahail,M.Kes. selaku narasumber saat memaparkan materi mengatakan bahwa program Bangga Kencana merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, yang menjadi salah satu program unggulan dari BKKBN, berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia, dengan memiliki 5 pilar program bangga kencana.
“Bangga Kencana menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas. Ada 5 Pilar Program Bangga Kencana tersebut, mulai dari pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan jualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran serta penataan administrasi kependudukan," jelasnya.
Menurutnya, Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 Pilar menjadi penting sebagai alat bantu dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di bidang kependudukan, agar arahnya tidak melenceng sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembangunan di bidang kependudukan.
“Program Bangga Kencana berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Salah satu fokus dari program Bangga Kencana, yaitu penurunan stunting yang juga menjadi program strategis nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI)," pungkas Yohanes.
Untuk itu, program Bangga Kencana harus terus menerus diperkuat, serta para keluarga diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap masa depan keluarga dan masa depan anak-anak
Tim Liputan Diskominfo Mimika