Berita

Gunakan Bahasa Daerah dalam Advokasi KIE, DP3AP2KB Mimika Harap Pesan Tersampaikan

Gunakan Bahasa Daerah dalam Advokasi KIE, DP3AP2KB Mimika Harap Pesan Tersampaikan

MIMIKA - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengadakan kegiatan pelaksanaan advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sesuai kearifan budaya lokal. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kampung Landun Mekar, Distrik Kwamki Narama, Selasa, 26 Juli 2022. 

Kegiatan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Maria Rettob, S.E., juga dihadiri Kepala DP3AP2KB, Hermalina W. Imbiri, S. E., M. Si.

Pada sambutan Bupati Mimika yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, mengatakan untuk menyukseskan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menggunakan pendekatan kearifan lokal, seperti memberikan pemahaman menggunakan bahasa daerah. 

"Terkait dengan kependudukan dan pembangunan keluarga dalam hal menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing, salah satu yang saat ini menjadi issue dan merupakan agenda pembangunan nasional adalah kasus stunting, kurang gizi, pola asuh yang tidak efektif, sanitasi yang buruk sehingga tidak memiliki akses untuk air, usia pra nikah, adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting pada anak," ungkapnya.

Ditegaskan Maria Rettob, masalah stunting di Kabupaten Mimika masih perlu perhatian. Dimana pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Mimika 14,5%. Walau hal ini dibawah prevalensi stunting secara nasional di tahun yang sama yaitu 24,4%. Namun hal ini perlu mendapat perhatian khusus. Tingginya prevalensi stunting, diperburuk oleh situasi pandemi, yang menyebabkan masyarakat ragu mendatangi posyandu untuk memantau status gizi dan perkembangan anak. 

Kondisi tersebut ditambah dengan permasalahan akan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, yang dapat berdampak serius pada perkembangan janin.

"Sebagaimana diketahui bersama, seribu hari pertama kehidupan adalah periode yang sensitif bagi kehidupan seorang anak. Sebab dampak dari pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi, akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus atas pemenuhan gizi anak, utamanya pada periode ini," tambahnya. 

Dijelaskan, intervensi terhadap pencegahan dan penanganan kasus stunting, harus dilakukan secara sinergis di berbagai sektor. Sosialisasi ini merupakan langkah nyata yang dilakukan untuk mendekatkan program dengan masyarakat, dan menghadirkan peran DP3AP2KB di tengah masyarakat. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimana pada hari pertama materi tentang "Keluarga Sejahtera", sementara materi hari kedua tentang "Pencegahan Stunting".

Keluarga sejahtera artinya  keluarga yang  dibentuk atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar keluarga .

Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AP2KB, Hermalina Imbiri menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada tiga distrik, yaitu Distrik Kwamki Narama, Mimika Baru dan Iwaka.

"Harapan kami, semoga dengan penyampaian materi menggunakan bahasa daerah, ibu-ibu dapat lebih memahami, sehingga kesejahteraan keluarga yang diharapkan dapat terwujud," harapnya.

Sosialisasi ini dilakukan secara bertahap dan tetap berada dalam program nasional, agar mendapat hasil yg diharapkan yaitu keluarga sejahtera.


Tim peliputan Diskominfo

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei