MIMIKA - Gedung kantor Distrik Mimika Barat, pada Jumat, 14 Oktober 2022, diresmikan oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, S. Sos., M. M.
Kedatangan rombongan Plt Bupati Mimika didampingi beberapa pimpinan OPD dan Forkopimda yang tiba di Bandar Udara Kokonao kemudian disambut dengan tarian seka.
Plt Bupati Mimika dalam sambutannya menyampaikan bahwa gedung kantor distrik Mimika Barat telah dibangun kurang lebih 2-3 tahun lalu, namun baru diresmikan.
"Yang pertama, mudah-mudahan saat kita resmikan ini tidak ada yang rusak. Kemudian kita lihat apakah aset-aset yang tadi diserahterimakan sudah lengkap atau tidak. Harap kepala distrik cek kembali," pesan Plt Bupati Mimika.
Johannes Rettob mengatakan, saat dua kali mengunjungi Distrik Mimika Barat sebelumnya didampingi kepala distrik lama, fasilitas dan peralatan yang ada disana cukup lengkap.
Plt Bupati Mimika juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kokonao, Distrik Mimika Barat, yang telah memberikan tanah untuk kepentingan pelayanan pemerintahan.
Ia memberikan pesan secara khusus kepada kepala distrik agar segera melakukan pelayanan pemerintahan di kantor baru.
"Untuk kepala distrik, hari ini (kantor) kita resmikan dan langsung pindah kesini. Harus betah. Dan semua pelayanan pemerintahan dipusatkan disini. Gunakan tempat ini sebagai sarana yang baik, dijaga dan diperhatikan, agar semua masyarakat merasakan bahwa ada pemerintah disini, serta masyarakat terus terlayani," pintanya
Johannes Rettob bahkan menegaskan, ke depan pelantikan kepala distrik bukan di Timika, tapi di tempat tugas. Hal ini agar kepala distrik bisa tetap tinggal di tempat tugas.
"Kita ada dan ditugaskan untuk betul-betul melayani masyarakat. Bila ada persoalan, sampaikan kepada kami, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," ungkapnya.
Plt Bupati Mimika menyatakan sudah berjanji pada saat ulang tahun ke-26 Kabupaten Mimika bahwa pembangunan dimulai dari kampung.
"Artinya jangan hanya orang di Timika saja yang menikmati pelayanan, tapi masyarakat di kampung juga harus merasakan pelayanan, baik pendidikan kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi dan lainnya, harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Plt Bupati Mimika menginginkan adanya proyek khusus untuk merehabilitasi Kokonao seperti jaman dulu, dan meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang ikut dalam rombongan, untuk memperhatikan jalan-jalan berlubang yang ada di Kokonao
"Kita jangan melupakan sejarah atau jasmerah. Mimika ada karena Kokonao. Sekarang Kokonao dilupakan. Meski Kokonao jauh dari Fakfak, tapi dulu semua pelayanan ada disini. Dulu di depan ada penjara, kantor kehakiman, ada kantor PU, kantor Telkom dan kantor pos. Tapi begitu jadi Kabupaten Mimika, Kokonao yang jaraknya hanya 15 menit naik pesawat atau 1-2 jam melalui jalur sungai malah Kokonao dilupakan," keluhnya.
Meski sampai saat ini pelayanan listrik dari PLN hanya 6 jam sehari, Plt Bupati Mimika menginstruksikan agar listrik menyala 12 jam sehari.
Plt Bupati Mimika menuturkan bahwa komunikasi sangat penting. Dengan dukungan Telkomsel, diharapkan pelayanan komunikasi di Kokonao semakin baik.
"Pelayanan pemerintahan sekarang dengan e-government dan aplikasi. Terima kasih kepada Kadisdukcapil yang juga hadir. Pelayanan selanjutnya diharapkan lebih baik. Kalau biasanya pelayanan hanya malam, tergantung listrik, namun semoga siang juga bisa melakukan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. Bisa cetak KTP dan adminduk langsung disini. Sehingga masyarakat tidak perlu naik turun ke kota hanya untuk urus satu surat," pungkasnya.
Plt Bupati Mimika menyoroti pula mengenai bantuan sosial yang diterima masyarakat dimana bantuan yang diterima tidak sebanding dengan biaya perjalanan untuk mengambilnya di kota.
"Untuk mengambil bantuan 300 ribu harus mengeluarkan biaya bensin 1 juta untuk transportasi sungai. Tekor. Jadi semua pelayanan harus bisa dilakukan disini. Dengan smart city, kita harus melakukan pelayanan yang lebih baik," harapnya.
Pelayanan kesehatan di Kokonao sudah ada rumah sakit dan listrik sudah masuk di rumah sakit.
Plt Bupati Mimika memastikan, "Tugas pemerintah, kita harus melakukan pelayanan yang lebih baik, efektif dan efisien. Sehingga ekonomi masyarakat bisa ditingkatkan dan semakin berkembang. Jangan kaget kalau saya muncul tiba-tiba untuk cek kepala distrik. Saya akan telepon pakai videocall, ada di tempat atau tidak. Kominfo dan Telkomsel perhatikan sarana komunikasi agar pelayanan masyarakat lancar."
Mengakhiri sambutan, Johannes Rettob meminta semua kepala kampung untuk bekerja dengan baik dan memperhatikan masyarakat. Juga semua pegawai distrik agar bekerja dan tinggal di tempat tugas agar pelayanan pemerintahan kepada masyarakat berjalan lancar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Distrik Mimika Barat, l Christian Warinussy, S. Sos., menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati Mimika dan Forkompinda yang berkenan hadir dalam kegiatan peresmian kantor Distrik Mimika Barat. Ia berjanji, dengan adanya kantor yang baru, akan bekerja melayani masyarakat di Distrik Mimika Barat dengan lebih baik
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Setda Mimika, Hengki Amisim, S. Sos., M. H., menjelaskan bahwa kantor distrik Mimika Barat dibangun pada tahun 2019, namun tidak dilanjutkan pada tahun 2020 karena Covid-19, sehingga pembangunan dilanjutkan lagi pada tahun 2021. Dalam dua tahun pembangunan kantor yang menelan dana Rp 5 miliar tersebut sudah jadi dan saat ini diresmikan. Sebelumnya pelayanan kepada masyarakat dilakukan di kantor yang lama, karena kantor yang baru meski sudah jadi, namun belum diresmikan, padahal kantor lama dalam kondisi kurang layak karena sudah rusak. Diharapkan dengan adanya kantor baru, pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Tim Peliputan Diskominfo