Berita

RAD Penanggulangan TBC Mimika Resmi Ditutup, Enam Pilar Jadi Kunci Percepatan Penanganan

RAD Penanggulangan TBC Mimika Resmi Ditutup, Enam Pilar Jadi Kunci Percepatan Penanganan
‎MIMIKA – Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Mimika diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan dalam penutupan Workshop Penyusunan RAD Penanggulangan TBC yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (21/10/2026).
‎
‎Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Pingky Pancawardani, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
‎
‎Turut hadir Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, S.Kep., Ns., narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, unsur lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mitra yang terlibat dalam penyusunan RAD Penanggulangan TBC.
‎
‎Dalam sambutannya, dr. Pingky menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan komitmen bersama, mulai dari jajaran pimpinan hingga masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pihak secara terencana dan berkelanjutan.
‎
‎Ia menjelaskan, terdapat enam pilar utama dalam penanggulangan TBC, yakni komitmen kepemimpinan, akses terhadap layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, riset dan teknologi, peran serta komunitas dan lintas sektor, serta penyelenggaraan program yang akuntabel.
‎
‎“Kita harus memastikan adanya komitmen dari pemimpin di tingkat paling bawah, di lingkungan kita masing-masing. Jangan lupa, kita sendiri pun harus berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya penanggulangan TBC,” paparnya.
‎
‎Lebih lanjut, dr. Pingky mengingatkan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kematian tinggi di dunia. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mengambil bagian dalam pencegahan dan pengendalian TBC perlu terus ditingkatkan.
‎
‎“Kita semua berisiko terpapar TBC. Oleh karena itu, mari kita ambil peran kita, sekecil apa pun, agar kita tidak menambah jumlah orang yang sakit akibat TBC. Setiap langkah kecil yang kita lakukan sangat berarti. Saya melihat di ruangan ini orang-orang hebat yang penuh integritas,” jelasnya.
‎
‎Ia juga berharap hasil workshop tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan nyata yang terintegrasi dalam kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Mimika.
‎
‎Menurutnya, pelaksanaan RAD perlu disertai mekanisme pemantauan dan evaluasi agar setiap rencana kerja dapat berjalan sesuai sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap upaya penanggulangan TBC.
‎
‎“Saya yakin tim ini mampu menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik, bahkan bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain. Harapan kami, apa yang tertuang dalam Rencana Aksi Daerah ini benar-benar terintegrasi dalam pelaksanaannya, mulai dari perencanaan, penerapan, hingga pemantauan dan evaluasi di lapangan,” harapnya.
‎
‎Melalui penyusunan RAD Penanggulangan TBC ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika semakin memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mewujudkan upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, serta pengendalian TBC secara berkelanjutan.
‎
‎Tim Liputan Diskominfo
‎
Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei