Deklarasi damai bersama antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tokoh se-Kabupaten Mimika, Papua untuk menjadikan Mimika sebagai zona damai dan bermartabat serta mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pekikan 10 poin deklarasi damai ini juga untuk menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam menyongsong perhelatan Pesparawi dan PON Papua 2020 di Mimika. Deklarasi Damai digelar di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Kamis, (12/09) dipimpin Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan dihadiri seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan perwakilan partai politik.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutanya menyatakan, wilayah Mimika dihuni oleh berbagai Suku, Ras, dan Agama dari seluruh penjuru tanah air bahkan dari manca negara, sehingga tali persaudaraan tetap didepankan dalam menajaga kedamaian di mimika. “Timika harus menjadi barometer kedamaian, solidaritas dan cerminan dalam kehidupan Berbhinneka Tungal Ika, Wabup Jhon, mengatakan beberapa hari belakangan, Mimika dilanda isu tak sedap yang ternyata bersumber dari profokator dan menyebabkan sebagian pelajar yang sedang mengenyam pendidikan di Lokon, Sulawesi Utara, kembali ke Mimika. “Informasi awal (yang beredar) mereka (pelajar) pulang karena diintimidasi, Setelah kita bertemu dan pertanyakan, ternyata jawaban mereka tidak jelas karena hanya terprofokasi oleh beberapa orang” beber wabup Jhon Rettob.Dirinya menambahkan para pelajar tersebut akan dipulangkan kembali dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan membentuk tim untuk mendatangi langsung kota-kota studi yang ditempati pelajar asal Kabupaten Mimika.“Saya mau sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Negara menjamin keamanan para pelajar dan mahasiswa (asal papua) yang sekolah di luar Papua,” kata Johannes Rettob Orang nomor dua di Kabupaten Mimika ini menambahkan, “kalau ada masalah, mari kita duduk dan dialog bersama, tidak melalui unjuk rasa yang berujung anarkis”. pungkasnya.Ditempat yang sama, Kapolres Mimika AKBP, Agung Marlianto, S.Ik, MH menyatakan, Deklarasi Damai ini diharapkan tidak hanya sekedar formalitas dan Seremonial, akan tetapi nantinya setelah deklarasi dibacakan akan menjadi komitmen bersama dan diteruskan kepada masyarakat luas.Kapolres Agung mengatakan, gejolak yang terjadi di Papua dan Papua Barat belakangan dilakukan oleh oknum-oknum yang sengaja ingin mengorek-ngorek sejarah (NKRI dan Papua), mereka (Oknum) bermain, mereka ingin mengusik ketertiban kita, hingga puncaknya terjadi diberbagai daerah di Papua dan Papua Barat.Namun berkat komitmen bersama sehingga keamanan dan kedamaian tetap terjaga di wilayah Mimika.
“Pancasila sangat sakti, NKRI Hebat, saya tegaskan, sampai kapanpun NKRI tetap harga Mati, marilah kita bersama-sama tetap menjaga kedamaian di Kabupaten Mimika” tutupnya.
Berikut pekikan 10 poin Deklarasi Damai :
1. Setia dan taat pada pancasila dan UUD 1945.
2. Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia nilai-nilai luhur keberagaman agama, budaya dab adat istiadat dalam mengaktualisasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang Berbhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI
3. Bersatu padu dan bersinergi dalam upaya menjaga, mempertahankan dan memelihara stabilitas kamtibmas guna mewujudkan Kabupaten Mimika menjadi zona damai dan bermartabat.
4. Menolak segala bentuk upaya dan tindakan yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.
5. Menolak segala bentuk upaya dan tindakan aksi-aksi massa yang berujung pada terjadinya kekacauan dan perilaku anarkis yang merugikan semua pihak dan mengganggu ketertiban umum.
6. Menolak segala bentuk tindakan dan perilaku yang bernuansa sara, intimidasi, diskriminasi, ujaran kebencian dan rasisme.
7. Menolak segala bentuk upaya dan tindakan yang dapat .menimbulkan pertikaian antar kelompok masyarakat yang berujung terjadinya konflik sosial.
8. Menolak segala bentuk penyalahgunaan fasilitas media sosial dalam penyebaran berita bohong (hoax) yang menyesatkan masyarakat.
9. Mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat.
10. Mendukung dan mensukseskan penyelenggaraan/perhelatan pesparawi dan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020.