Inovasi Daerah

PUSJAKI ( Puskesmas Jalan Kaki)

Tahap Penerapan Non-digital Tahun 2026

Tujuan

  1. 1. Tujuan jangka pendek: melakukan pemeriksaan kesehatan dan intervensi kesehatan seperti pemberian obat atau rujukan laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi terhadap anggota keluarga yang dikunjungi.

  2. 2. Tujuan jangka menengah: mendapatkan data kesehatan masyarakat sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan di bidang kesehatan.

  3. 3. Tujuan jangka panjang: peningkatan derajat hidup masyarakat Kabupaten Mimika  khususnya yang berada di pesisisr dan pengunungan.

Manfaat

  1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
    Inovasi ini membantu masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara mudah dan gratis, sehingga kondisi kesehatan bisa terpantau lebih baik.
  2. Deteksi dini penyakit
    Dalam pemerikasaan kesehatan memungkinkan ditemukannya penyakit sejak tahap awal (seperti hipertensi, diabetes, anemia), sehingga penanganan bisa lebih cepat dan mencegah komplikasi.
  3. Meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat
    Melalui kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih peduli terhadap pentingnya pemeriksaan rutin dan mulai menerapkan pola hidup sehat.
  4. Memperluas akses layanan kesehatan
    Inovasi ini menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil atau dengan keterbatasan ekonomi.
  5. Efisiensi biaya kesehatan
    Dengan deteksi dini, biaya pengobatan penyakit berat di masa depan dapat ditekan, baik bagi individu maupun pemerintah.
  6. Mendukung program promotif dan preventif
    CKG/PKG sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengutamakan pencegahan dibanding pengobatan.
  7. Penguatan data kesehatan masyarakat
    Hasil pemeriksaan dapat menjadi basis data untuk perencanaan program kesehatan yang lebih tepat sasaran.
  8. Meningkatkan kolaborasi lintas sektor
    Pelaksanaan inovasi ini biasanya melibatkan berbagai pihak (tenaga kesehatan, pemerintah, kader, dll.), sehingga memperkuat kerja sama dalam pembangunan kesehatan.

Hasil yang dicapai

  1. Dampak terhadap masyarakat
    Memberikan kemudahan akses layanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan secara rutin tanpa terkendala biaya. Hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mendorong perilaku hidup sehat.
  2. Dampak terhadap Kesehatan Individu
    Penyakit dapat terdeteksi lebih dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Hal ini membantu menurunkan risiko komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup individu.
  3. Dampak terhadap Sistem Kesehatan
    Mendukung penguatan layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif. Dengan meningkatnya deteksi dini, beban layanan kuratif di fasilitas kesehatan dapat berkurang.
  4. Dampak Ekonomi
    Membantu mengurangi beban biaya pengobatan jangka panjang baik bagi masyarakat maupun pemerintah, karena penyakit ditangani sejak tahap awal.
  5. Dampak Sosial
    Meningkatnya kesehatan masyarakat berdampak pada produktivitas kerja dan kesejahteraan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan.
  6. Dampak Kelembagaan
    Mendorong peningkatan kinerja institusi/penyelenggara serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan.

Rancang bangun

A. DASAR HUKUM

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN NOMOR 400.7/ 715 / 2025 TENTANG PETUNJUK TEKNIS KEGIATAN PUSKESMAS JALAN KAKI (PUSJAKI) TAHUN 2025

B. PERMASALAHAN 

a. Makro : Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

b. Mikro  : Deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan masyarakat

C. ISU STRATEGIS 

  1. Isu Global : 

    a. Meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di seluruh dunia 

    b. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan 

    c. Ketimpangan akses layanan kesehatan antara negara maju dan berkembang 

    d. Dampak perubahan gaya hidup modern (kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat) terhadap kesehatan masyarakat

  2. Isu Nasional : 
    1. Tingginya prevalensi PTM di Indonesia 
    2. asih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program skrining kesehatan
    3. Keterbatasan tenaga kesehatan dan fasilitas di beberapa daerah 
    4.  Kurangnya edukasi dan literasi kesehatan masyarakat 
    5.  Belum meratanya pelaksanaan program promotif dan preventif seperti CKG

  3. Isu Lokal : 

    1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin 

    2. Akses ke fasilitas kesehatan masih terbatas (jarak, transportasi, atau biaya) 

    3. Kurangnya sosialisasi program CKG di masyarakat 

    4. Faktor sosial budaya yang mempengaruhi perilaku kesehatan 

    5. Keterbatasan tenaga atau sarana pendukung di wilayah setempat

      D. METODE PEMBAHARUAN 

    a. Kondisi Sebelum: 

    Capaian CKG sangat rendah

    b. Kondisi Sesudah

    Capaian CKG meningkat secara signifikan

    E. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN?

    1. Pelayanan kesehatan pada puskesmas pesisir dan pengunungan untuk mendukung program Pemeriksaan kesehatan Gratis/Cek Kesehatan Gratis yang merupakan program unggulan (prioritas) nasional / Quick Win Presiden Prabowo.

    2. Dilakukan rutin dan terjadwal (sesuai kondisi di lapangan seperti cuaca, situasi laut atau kondisi tertentu lainnya)

    3. Pemeriksaan dilakukan pada semua anggota keluarga dengan berbasis NIK.

    4. Pemeriksaan dilakukan dengan paket layanan sesuai dengan siklus hidup (sesuai ketersediaan alat kesehatan dan BMHP yang dimiliki oleh Puskesmas)

    5. Pelayanan dilakukan oleh tenaga medis sehingga hasil diagnosa dapat dipertanggungjawabkan

F. CARA KERJA INOVASI

         Petugas puskesmas melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk dan melakukan pemerikasaan kesehatan pada semua masyarakat yang dikunjungi baik yang sakit maupun yang sehat berdasarkan silkus hidup dengan layanan sesuai usia. Perkunjungan dilakukan pada tiap Kepala keluarga yang ditunjukkan dengan Kartu Kaluarga dan pendataan kesehatan dilakukan dengan menggunakan NIK. Data yang diperoleh kemudia dilaporkan ke Aplikasi nasional yaitu Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) sehingga data langsung dapat diketahui oleh pusat (Kemenkes RI).

← Kembali ke daftar inovasi

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei