Inovasi Daerah

NOKEN MAMA (Notifikasi Online Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Masyarakat)

Tahap Ujicoba Digital Tahun 2026

Tujuan


1.  Meningkatkan penemuan ibu hamil baru sejak awal kehamilan. 
2.  Meningkatkan cakupan pelayanan antenatal sesuai standar dari K1 sampai K6. 
3.  Mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, terutama di wilayah dengan     tantangan keamanan. 
4. Membangun sistem pelaporan ibu hamil berbasis QR Code, WhatsApp Business, dan GPS yang    cepat, mudah, dan terintegrasi. 
5. Menyediakan pemetaan digital lokasi ibu hamil untuk mendukung pemantauan berkelanjutan. 
6. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. 
7. Mempermudah penerbitan dokumen kependudukan ibu hamil melalui kerja sama dengan Dukcapil. 
8. Mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di wilayah kerja BLUD Puskesmas Kwamki. 

Manfaat


1. Penemuan ibu hamil dapat dilakukan lebih cepat sejak awal kehamilan. 
2. Cakupan pelayanan antenatal K1 sampai K6 meningkat. 
3. Respon tenaga kesehatan terhadap laporan masyarakat menjadi lebih cepat dan tepat. 
4. Masyarakat memiliki akses pelaporan yang mudah melalui QR Code dan WhatsApp Business. 
5. Pemetaan lokasi ibu hamil berbasis GPS memudahkan kunjungan rumah dan pemantauan. 
6. Kolaborasi antara masyarakat, kader, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah kampung, pemerintah distrik, Dukcapil, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan semakin kuat. 
7. Ibu hamil memperoleh kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan dan akses layanan kesehatan. 
8. Terwujudnya pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih cepat, tepat, aman, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya generasi Papua yang sehat dan berkualitas.

Hasil yang dicapai


1. Meningkatnya penemuan ibu hamil baru (K1 Akses). 
2. Pemulihan dan peningkatan cakupan pelayanan K1 sampai K6. 
3. Meningkatnya kecepatan pelaporan masyarakat melalui QR Code dan WhatsApp Business. 
4. Meningkatnya respon Tim Gerak Cepat terhadap ibu hamil. 
5. Tersedianya sistem pelaporan digital berbasis QR Code, WhatsApp Business, dan GPS. 
6. Tersedianya pemetaan lokasi ibu hamil berbasis Google Maps. 
7. Meningkatnya partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam deteksi dini kehamilan. 
8. Meningkatnya kepemilikan dokumen kependudukan ibu hamil melalui sinergi dengan Dukcapil. 
9. Mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 
10. Meningkatnya rasa aman dan kepercayaan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak. 

Rancang bangun

1.DASAR HUKUM
  Pelaksanaan inovasi NOKEN MAMA (Notifikasi Online Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Masyarakat)     didasarkan pada peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 
2.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. 
3.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum        Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. 
4.Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. 
5.Program Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 
6.Keputusan Kepala BLUD Puskesmas Kwamki tentang Pembentukan Tim Gerak Cepat NOKEN MAMA.
2. PERMASALAHAN

A. Makro
    Pembangunan kesehatan nasional masih menghadapi tantangan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya penemuan ibu hamil sejak awal kehamilan sehingga pelayanan antenatal tidak dapat diberikan secara optimal.
Selain itu, perkembangan teknologi menuntut pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah diakses, berbasis digital, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra pemerintah.
B. Mikro 
  BLUD Puskesmas Kwamki melayani masyarakat di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pelayanan kesehatan masih menghadapi tantangan berupa kondisi keamanan akibat konflik sosial yang terjadi pada beberapa kampung.
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat, khususnya ibu hamil, sering merasa takut datang ke puskesmas maupun melaporkan kehamilannya sejak dini.
 1. Permasalahan yang dihadapi sebelum inovasi dilaksanakan antara lain:
- Penemuan ibu hamil baru (K1 Akses) belum optimal. 
- Cakupan pelayanan K1 sampai K6 masih rendah. 
- Sebagian kampung sulit dikunjungi tenaga kesehatan ketika terjadi konflik sosial. 
- Belum tersedia sistem pelaporan cepat berbasis masyarakat. 
- tersedia pemetaan lokasi ibu hamil berbasis GPS. 
- Koordinasi lintas sektor belum terintegrasi secara digital. 
- Sebagian ibu hamil belum memiliki dokumen kependudukan sehingga menghambat akses pelayanan    kesehatan.

3.ISU STRATEGIS 
A. Global
 Mendukung upaya dunia dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. 
 Mendorong pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat. 
 Mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

B. Nasional
 Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia. 
 Mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. 
 Memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. 
 Mendukung digitalisasi pelayanan kesehatan.

C. Lokal
     Distrik Kwamki Narama merupakan wilayah yang memiliki tantangan keamanan akibat konflik sosial sehingga memengaruhi akses pelayanan kesehatan ibu hamil.
Akibat kondisi tersebut:
 Penemuan ibu hamil baru terlambat. 
 Pemeriksaan kehamilan tidak dilakukan sejak awal. 
 Cakupan pelayanan K1 sampai K6 mengalami penurunan. 
 Pemantauan ibu hamil belum optimal. 
   Oleh karena itu diperlukan inovasi yang mampu melibatkan masyarakat sebagai pelapor pertama      keberadaan ibu hamil secara cepat, mudah, aman, dan berbasis teknologi.
4. METODE PEMBAHARUAN
a. Sebelum Penerapan Inovasi
  Sebelum adanya NOKEN MAMA, pelayanan dilakukan secara konvensional.
 Penemuan ibu hamil melalui kunjungan rumah. 
 Informasi berasal dari laporan lisan masyarakat. 
 Tidak tersedia media pelaporan digital. 
 Belum ada QR Code. 
 Belum tersedia WhatsApp Business khusus. 
 Belum ada pemetaan lokasi rumah ibu hamil. 
 Respon pelayanan bergantung pada informasi yang diterima petugas. 
 Administrasi kependudukan belum terintegrasi.

b. Sesudah Penerapan Inovasi
    Melalui inovasi NOKEN MAMA dilakukan perubahan pelayanan sebagai berikut:
 QR Code NOKEN MAMA dipasang pada rumah kader, gereja, posyandu, kios, sekolah, balai kampung,    kantor distrik, fasilitas umum, dan lokasi strategis lainnya. 
 QR Code langsung terhubung ke WhatsApp Business Tim Gerak Cepat NOKEN MAMA. 
 Masyarakat cukup memindai QR Code untuk melaporkan ibu hamil baru. 
 Laporan diterima secara real time. 
 Lokasi ibu hamil dikirim melalui GPS. 
 Bidan segera melakukan verifikasi dan kunjungan. 
 Pemeriksaan ANC 12T dan USG dilakukan lebih awal sesuai indikasi. 
 Rumah ibu hamil dipetakan menggunakan Google Maps. 
 Dukcapil membantu penerbitan KTP, KK, dan NIK bagi ibu hamil yang belum memiliki dokumen. 
 Pemantauan dilakukan hingga persalinan, masa nifas, dan bayi baru lahir.

5. KEUNGGULAN / KEBAHARUAN
   NOKEN MAMA merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang memiliki nilai     kebaruan karena:
 Inovasi pertama di Kabupaten Mimika yang mengintegrasikan QR Code, WhatsApp Business, GPS,  dan Google Maps dalam penemuan ibu hamil baru. 
 Menggunakan filosofi Noken Papua sebagai simbol rahim, perlindungan, kasih sayang, kehidupan, dan  gotong royong. 
 Menjadikan masyarakat sebagai pelapor aktif dalam deteksi dini kehamilan. 
 Mengintegrasikan kader kesehatan, PKK, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah kampung, pemerintah   distrik, Dukcapil, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan dalam satu sistem pelayanan. 
 Mempercepat respon pelayanan pada wilayah yang memiliki tantangan keamanan. 
 Mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan administrasi kependudukan. 
 Menghasilkan pemetaan digital ibu hamil berbasis GPS sebagai dasar pemantauan berkelanjutan.

6. CARA KERJA INOVASI
1. QR Code NOKEN MAMA dipasang pada lokasi strategis. 
2. Masyarakat menemukan ibu hamil baru atau ibu yang terlambat haid. 
3. Masyarakat memindai QR Code menggunakan telepon genggam. 
4. WhatsApp Business Tim Gerak Cepat terbuka secara otomatis. 
5. Masyarakat mengirim identitas ibu hamil beserta lokasi GPS. 
6. Admin menerima notifikasi secara real time. 
7. Tim melakukan verifikasi laporan. 
8. Bidan (Tim gerak cepat ) menuju lokasi sesuai titik GPS. 
9. Dilakukan pemeriksaan ANC sesuai standar (12T), edukasi, skrining faktor risiko, dan USG oleh    dokter
10. Rumah ibu hamil dipetakan menggunakan Google Maps. 
11. Dukcapil membantu penerbitan dokumen kependudukan 
12. Pemantauan dilakukan hingga persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir, serta pelayanan lanjutan. 

← Kembali ke daftar inovasi

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei