Inovasi Daerah

OBAT PUSING TUJUH KELILING

Tahap Ujicoba Digital Tahun 2026

Tujuan

  • Mewujudkan akses layanan kesehatan hewan yang merata, mudah dijangkau, cepat, dan terjangkau bagi seluruh peternak di wilayah Kabupaten Mimika, termasuk di daerah terpencil.
  • Meningkatkan tingkat keselamatan hidup, produktivitas, dan kualitas ternak melalui program vaksinasi terstruktur, pengobatan dini, dan manajemen kesehatan yang baik.
  • Berkontribusi pada peningkatan ketersediaan protein hewani lokal guna mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat Kabupaten Mimika secara berkelanjutan.
  • Meningkatkan kesejahteraan peternak melalui efisiensi biaya pengobatan hewan, berkurangnya angka kematian ternak, dan meningkatnya nilai produksi peternakan lokal.
  • Membangun sistem deteksi dini dan penanggulangan wabah penyakit hewan yang responsif untuk melindungi populasi ternak dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis ke manusia.
  • Membangun ekosistem data kesehatan hewan terintegrasi yang berbasis teknologi informasi guna mendukung pengambilan kebijakan peternakan berbasis bukti (evidence-based policy).
  • Meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan peternak dalam manajemen kesehatan ternak, biosekuriti kandang, dan pencegahan penyakit melalui penyuluhan terpadu

Manfaat

  • Kemudahan Akses: Peternak dapat mengakses layanan kesehatan hewan secara mudah dan cepat tanpa harus membawa hewan yang sakit ke kantor Puskeswan, menghemat biaya transportasi, waktu, dan meminimalisir stres hewan.
  • Peningkatan Keselamatan Ternak: Penanganan medis yang cepat dan tepat di lokasi kandang meningkatkan angka keselamatan ternak dari penyakit dan menurunkan angka kematian hewan secara signifikan.
  • Efisiensi Ekonomi: Berkurangnya kerugian ekonomi akibat kematian ternak dan biaya pengobatan yang tidak efisien berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
  • Jaminan Vaksinasi Terjadwal: Peternak mendapatkan kepastian jadwal vaksinasi rutin yang terlaksana langsung di kandang mereka, tanpa perlu mengingat dan mengurus sendiri.
  • Penguatan Kapasitas: Peternak mendapatkan edukasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan dalam manajemen kesehatan ternak, biosekuriti, dan deteksi dini penyakit yang baik.

2.  Manfaat bagi Pemerintah Daerah

  • Data Kesehatan Hewan Akurat: Tersedianya database kesehatan ternak yang komprehensif dan akurat sebagai dasar perencanaan kebijakan, alokasi anggaran, dan evaluasi program peternakan yang lebih tepat sasaran.
  • Efisiensi Layanan Publik: Sistem layanan bergerak yang terintegrasi meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan kualitas layanan pemerintah di bidang kesehatan hewan.
  • Peningkatan IKM/SKM: Kepuasan masyarakat terhadap layanan peternakan meningkat, berkontribusi pada perbaikan Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Mimika.
  • Capaian Indikator Kinerja: Mendukung pencapaian target RPJMD di bidang peternakan, yaitu peningkatan populasi ternak sehat dan penurunan angka kematian hewan akibat penyakit.

3.  Manfaat bagi Masyarakat Umum

  • Ketersediaan Pangan Lokal: Meningkatnya populasi ternak yang sehat dan produktif menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan protein hewani di pasar lokal Mimika.
  • Penguatan Budaya: Terjaganya kesehatan dan ketersediaan ternak mendukung keberlangsungan tradisi dan ritual adat masyarakat Papua yang memerlukan ternak berkualitas.
  • Perlindungan Kesehatan Masyarakat: Berkurangnya penyakit hewan, khususnya zoonosis, turut melindungi kesehatan masyarakat umum dari ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
  • Lingkungan Usaha Kondusif: Ekosistem peternakan yang lebih sehat dan produktif membuka peluang investasi dan pengembangan usaha agribisnis di Kabupaten Mimika.

4.  Manfaat Jangka Panjang

  • Kemandirian Pangan Daerah: Dalam jangka panjang, inovasi ini berkontribusi pada terwujudnya kemandirian pangan Kabupaten Mimika, mengurangi ketergantungan pada pasokan ternak dari luar daerah.
  • Keberlanjutan Usaha Peternakan: Sistem kesehatan hewan yang kuat dan responsif memastikan keberlanjutan dan daya saing usaha peternakan di Mimika dalam jangka panjang.

Model Replikasi: Keberhasilan inovasi ini dapat menjadi model replikasi bagi kabupaten/kota lain di Papua dan Indonesia Timur dalam pengembangan sistem layanan Puskeswan bergerak yang efektif dan efisien.

Hasil yang dicapai

HASIL INOVASI

1.Capaian Peningkatan Kapasitas SDM

  • Tersertifikasinya petugas medis veteriner dan paramedik hewan Dinas Peternakan Mimika melalui pelatihan teknis layanan bergerak, penanganan penyakit prioritas, dan penggunaan sistem informasi digital.
  • Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam deteksi dini penyakit, manajemen biosekuriti kandang, dan perawatan hewan sakit melalui program penyuluhan rutin terintegrasi dengan kunjungan keliling.
  • Terbentuknya kader peternak inovatif yang menjadi agen perubahan dan duta kesehatan hewan di komunitasnya, mendukung keberlanjutan program di tingkat akar rumput.

2.  Capaian Kelembagaan dan Sistem Informasi

  • Beroperasinya sistem informasi manajemen kesehatan hewan berbasis digital yang mencakup modul pendaftaran peternak, penjadwalan kunjungan, pencatatan tindakan medis, pemantauan status hewan, dan pelaporan kinerja.
  • Terbentuknya jaringan layanan Puskeswan bergerak yang menjangkau seluruh distrik di Kabupaten Mimika dengan jadwal kunjungan yang terstruktur dan terstandar.
  • Terjalinnya kerjasama formal dengan institusi perguruan tinggi, lembaga penelitian veteriner, dan organisasi profesi kedokteran hewan dalam pengembangan kapasitas dan evaluasi program.

Rancang bangun

DASAR HUKUM

Pelaksanaan inovasi OBAT PUSING TUJUH KELILING (Optimis Bergerak Akurat dan Tanggap Puskeswan Siap Menjangkau Hewan Ternak Kesayangan Melalui Pelayanan Keliling) dilandasi oleh berbagai peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya, yang memberikan kewenangan kepada daerah dalam pengelolaan urusan peternakan dan kesehatan hewan.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan yang mengatur penyelenggaraan kesehatan hewan di Indonesia.
  • Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelayanan Pusat Kesehatan Hewan yang menjadi acuan teknis operasional Puskeswan di seluruh Indonesia.
  • Peraturan Menteri PANRB Nomor 30 Tahun 2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan Publik.
  • Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2023 tentang Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.
  • Peraturan Bupati Mimika tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika.
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika yang menetapkan peningkatan kesehatan dan produktivitas peternakan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

← Kembali ke daftar inovasi

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei