Inovasi Daerah

KELABU CINTA VERSI 2

Tahap Ujicoba Digital Tahun 2026

Tujuan

  1. Meningkatkan minat ibu hamil dalam  mengikuti  kelas ibu hamil (KIH)

  2. Meningkatkan Jumlah peserta Kelas Ibu Hamil (KIH)

  3. Memudahkan akses bagi ibu hamil dan keluarga dalam memperoleh informasi yang akurat tentang Kesehatan Ibu Hamil dan Anak.

  4. Mempercepat monitoring ibu hamil serta mendukung transformasi digital pelaynan Kesehatan.

Manfaat

  1. Meningkatnya minat ibu hamil dalam pembelajaran dan menerima materi serta dapat di akses kapan saja dan dimana saja.

  2. Meningkatnya cakupan Kelas Ibu Hamil (KIH)

  3. Kemudahan akses edukasi dan konsultasi bagi ibu hamil serta keluarga dalam memperoleh informasi yang akurat tentang Kesehatan Ibu Hamil dan Anak

  4. Kemudahan monitoring peserta kelas ibu hamil. 

Hasil yang dicapai

DAMPAK INOVASI

  1. Cakupan pelayanan program KIA Puskesmas meningkat

  2. Pengetahuan dan dukungan dari suami / pasangan  dan keluarga terhadap ibu hamil meningkat.

  3. Meningkatnya kepatuhan kunjungan ANC 

  4. Mendukung percepatan penurunan AKI, AKB dan stunting

Rancang bangun

I.    DASAR HUKUM 

  • Undang – Undang  Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

  • Undang -Undang Nomor 36  Tahun 2009 tentang Kesehatan, :Mengatur tentang hak Kesehatan ibu dan anak, termasuk hak atas gizi yang seimbang dan memadai.

  • Undang -Undang  Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

  • Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang penyelengaraan pelayanan Kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, Persalinan, dan masa sudah melahirkan , pelayanan kontrasepsi dan pelayanan Kesehatan seksual.

  • Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI Secara Eksklusif Pada Bayi Di Indonesia.

  • Gerakan Nasional Sadar Gizi (GerNas Gizi)

  • Strategi nasional Percepatan Pencegahan Stunting

  • SK Kepala Puskesmas Tentang Pembentukan Tim Pengelola Kelas Ibu hamil No.444.5/  121  /2023

II.     LATAR BELAKANG

               Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan dalam      

        pelayanan kesehatan. Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil secara tatap muka belum mampu menjangkau 

        seluruh sasaran karena keterbatasan waktu, jarak, kesibukan ibu hamil, serta keterbatasan tenaga 

        kesehatan.

           Inovasi KELABU CINTA Versi 1 memanfaatkan WhatsApp Business dan WhatsApp Group     

       sebagai     media edukasi. Inovasi ini berhasil meningkatkan akses informasi, namun masih 

       memiliki keterbatasan seperti pencatatan manual, sulit memantau keaktifan peserta, materi tidak 

       terdokumentasi secara sistematis, dan belum tersedia dashboard monitoring.

               Oleh karena itu dikembangkan KELABU CINTA Versi 2, yaitu aplikasi berbasis web yang 

        terintegrasi dengan WhatsApp Group sehingga seluruh proses edukasi, pemantauan keaktifan 

        peserta, evaluasi dapat dilakukan secara digital, dan materi dapat terdokumentasi.

II.     PERMASALAHAN 

      a. Permasalahan Makro  : Permasalahan umum pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Indonesia dapat                  dikategorikan menjadi beberapa faktor, yaitu :

  • Faktor Sistem, meliputi : Keterbatasan sumber daya, Kurangnya Koordinasi antar sektor, Data    dan informasi belum memadai.

  • Faktor Fasilitas , meliputi : Jarak tempuh yang jauh, Kurangnya sarana dan prasarana.

  • Faktor Masyarakat, meliputi : Kurangnya kesadaran Masyarakat, keterbatasan waktu dan biaya, norma dan budaya.

        b. Permasalahan Mikro  :  Permasalahan khusus pelaksanaan KELABU CINTA Versi lama di       

            BLUD Puskesmas Wania , yaitu :

  • Edukasi hanya melalui Whatsapp bisnis sehingga materi sulit di telusuri kembali

  • Kehadiran peserta tidak terdokumentasi otomatis

  • Evaluasi pengetahuan dan kepuasan peserta belum terintegrasi

  • Tidak tersedia dashboard monitoring peserta

III.      ISU STRATEGIS 

         a. Global : 

  1. Transformasi Digital kesehatan

  2. Kualitas layanan Kesehatan ibu hamil yang bervariasi

  3. Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya dalam penurunan AKI dan AKB

  4. Pemanfaatan pelayanan Kesehatan berbasis teknologi

         b. Nasional :

  1. Penguatan layanan Kesehatan primer dalam transformasi terhatap system Kesehatan Indonesia.

  2. Digitalisasi pelayanan Kesehatan.

  3. Perceepatan penurunan AKI dan AKB

  4. Peningkatan kualitas pelayanan ibu dan anak.

IV.    METODE PEMBAHARUAN 

       a. Sebelum Inovasi :

  1. Menggunakan WA bisnis group yang kurang efektif saat menyimpan materi yang di sampaikan.

  2. Absensi manual

  3. Evaluasi menggunakan google form yang di share ke group secara manual.

  4. Tidak ada monitoring aktivitas.

     b. Sesudah Inovasi : 

  1. Menggunakan Website Aplikasi yang terintegrasi ke WA group.

  2. Materi pembelajaran digital dan tersimpan dalam website aplikasi.

  3. Absensi digital langsung dari aplikasi yang terintegrasi ke google form.

  4. Dashboard otomatis dalam monitoring aktivitas.

V.    KEUNGGULAN / KEBAHARUAN ?

                Sebelumnya dilakukan melalui Grup Whatsapp Bisnis Dimana dalam WAG tersebut 

       menampilkan     informasi dan edukasi oleh ibu hamil namun materi tidak dapat tersimpan 

       sehingga aplikasi KELABU CINTA versi 2 ini memiliki kebaharuan berupa:

      a.   Aplikasi berbasis Web yang terintegrasi dengan Whatsapp group.

      b.   Terdapat dashboard bidan.

      c.   Materi pembelajaran secara digital.

      d.   Monitoring kehadiran secara real-time.

      e.   Kalender kehamilan untuk menghitung HPL.

      f.   Konsultasi secara online.

       g.  Pengisian survey kepuasan melalui aplikasi langsung terintegrasi dengan google form.

       h.  Daftar hadir otomatis dan statistik kunjungan peserta secara realtime

        i.   Penerima Informasi seputar masalah Kesehatan Ibu dan Anak semakin luas, bukan hanya ibu   

            hamil, tetapi juga pasangan dan keluarga, atau dengan kata lain Kelabu Cinta Versi 2 ini dapat 

            diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja oleh yang membutuhkan.

VI.    CARA KERJA INOVASI

  1. Tahap Persiapan 

    a. Membentuk Tim penanggung jawab/pengelola Akun KELABU CINT Versi 2

    b. Memepersiapkan materi pembelajaran terkait Kesehatan Ibu Hamil dan Anak yang akan   

        dimasukan kedalam website.

    c. Menyiapkan Wa group untuk singkronasi data Web dengan Whatshap

    d. Membuat  Barcode dan Website Kelabu Cinta Versi 2.

  2. Tahap Pelaksanaan 

    a. Sosialisasi dan diseminasi Barcode dan Website Kelabu Cinta Versi 2 di setiap Posyandu dan   

       melalui Media Komunikasi  ( tayangan video promosi melalui televisi ) di ruang tunggu 

       Puskesmas  (sasaran : ibu hamil , pasangan dan keluarga)

    b. Ibu Hamil login ke aplikasi

    c. Mengikuti materi melalui web.

    d. Mengikuti diskusi di Whatsapp Group.

    e. Mengisi absensi/daftar hadir digital.

    e. Konsultasi dengan bidan.

    f. Mengisi survey kepuasan digital

  3. Tahap Monitoring dan Evaluasi

    a. Jumlah peserta kelas ibu hamil dapat dipantau langsung melalui Dashboard kehadiran yang 

        terintegrasi langsung melalui google form dan grafik peserta.

    b. Interaksi Peserta Kelabu Cinta Versi 2 dapat termonitoring langsung melalui statistik 

        pengunjung aplikasi.

    c. Efektifitas penggunaan aplikasi Kelabu Cinta Versi 2 ini dapat terekap melalui survey kepuasan 

       peserta yang langsung terintegrasi ke google form dan grafik.

← Kembali ke daftar inovasi

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei