Inovasi Daerah
BICARA ( BImbingan CAra Komunikasi RAmah dan Adaptif bagi Ibu Hamil )
Tujuan
TUJUAN INOVASI
Membangun model komunikasi kesehatan yang ramah, adaptif, inklusif, dan mudah dipahami oleh ibu hamil dengan keterbatasan literasi, bahasa, dan akses komunikasi.
Tujuan khusus:
Meningkatkan pemahaman ibu hamil terhadap informasi kesehatan yang diberikan.
Meningkatkan kemampuan ibu mengenali tanda bahaya kehamilan.
Mendukung kepatuhan konsumsi TTD melalui media visual dan pengingat yang sesuai kondisi ibu.
Mengurangi kesenjangan komunikasi antara tenaga kesehatan dan ibu hamil.
Memastikan ibu tanpa HP tetap memperoleh pengingat dan pendampingan.
Meningkatkan keterlibatan kader dan keluarga sebagai penguat komunikasi kesehatan.
Membangun model yang dapat diintegrasikan dengan sistem pelayanan yang telah berjalan dan direplikasi.
Manfaat
MANFAAT INOVASI
1. Bagi Ibu Hamil
Mendapat informasi yang sesuai dengan kemampuan memahami.
Tidak bergantung pada kemampuan membaca dan menulis.
Mendapat bantuan bahasa yang lebih mudah dipahami.
Tetap memperoleh pendampingan meskipun tidak memiliki HP.
Lebih mudah mengingat pesan kesehatan dan tindakan yang harus dilakukan.
2. Bagi Tenaga Kesehatan
Memiliki alat bantu komunikasi yang seragam dan praktis.
Lebih mudah memeriksa apakah pesan sudah benar-benar dipahami.
Mengurangi pengulangan komunikasi akibat salah pemahaman.
Mempermudah pendokumentasian dan pemantauan melalui mekanisme yang sudah ada.
3. Bagi Kader dan Keluarga
Memiliki media sederhana untuk mendampingi ibu di rumah.
Dapat membantu pengingat TTD dan pengenalan tanda bahaya.
Dapat menjadi penghubung komunikasi bagi ibu yang tidak memiliki HP atau mengalami hambatan bahasa.
4. Bagi Puskesmas dan Pemerintah Daerah
Mendukung pelayanan yang lebih inklusif dan berorientasi pada penerima manfaat.
Meningkatkan mutu komunikasi dalam pelayanan kesehatan ibu.
Memperkuat pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
Menyediakan model inovasi yang sederhana, terukur, dan dapat direplikasi.
Hasil yang dicapai
* HASIL INOVASI
Hasil yang ditargetkan:
Ibu hamil mampu memahami pesan kesehatan utama tanpa bergantung pada kemampuan membaca.
Ibu hamil mampu menunjukkan atau menjelaskan kembali cara dan waktu konsumsi TTD sesuai edukasi tenaga kesehatan.
Ibu hamil mampu mengenali tanda bahaya kehamilan melalui media visual.
Hambatan komunikasi karena bahasa dapat dikurangi melalui penerjemah bahasa daerah.
Ibu tanpa HP tetap mendapatkan pengingat dan pendampingan.
Kader dan keluarga memiliki alat komunikasi sederhana yang seragam.
Terbentuk model komunikasi kesehatan adaptif yang dapat direplikasi di fasilitas kesehatan lain.
Rancang bangun
1. DASAR HUKUM
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai landasan penyelenggaraan kesehatan yang menekankan prinsip kesejahteraan, pemerataan, nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi, yang saat ini berlaku dan mencakup upaya kesehatan reproduksi sesuai siklus hidup, partisipasi masyarakat, pencatatan/pelaporan, pembinaan dan pengawasan.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah sebagai landasan penyelenggaraan pembaruan dalam pelayanan publik dan pemerintahan daerah.
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menempatkan ibu hamil sebagai salah satu kelompok sasaran dan mendorong peningkatan akses serta mutu pelayanan kesehatan.
Peraturan/keputusan daerah dan kebijakan teknis Puskesmas yang relevan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan BLUD, untuk dicantumkan sesuai dokumen hukum Kabupaten Mimika yang berlaku.