Inovasi Daerah
E-SHS
Tujuan
Efektifitas dan Evisiensi penyusunan Rencana Kerja Anggaran OPD
Manfaat
Data Harga Satuan yang akurat dan terbarui, sehingga mendukung penyusunan anggaran yang lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta mengurangi kesalahan dan perbedaan dalam penetapan harga pada seluruh perangkat daerah.
Hasil yang dicapai
Terwujudnya sistem pengelolaan standar harga satuan yang terintegrasi, sehingga proses perencanaan dan penyusunan anggaran dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, transparan, dan efisien serta menghasilkan keseragaman penggunaan harga satuan di seluruh perangkat daerah
Rancang bangun
1. DASAR HUKUM
- UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
- Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang pengelolaan Keuangan Daerah
- Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan KeuanganDaerah
- Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2024 Tentang Standar Harga Satuan
2. PERMASALAHAN
Makro :
- Inflasi dan Ketidaksesuaian Harga
- Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah
- Pertumbuhan Ekonomi terhambat
Mikro :
- Harga satuan dalam SHS tidak mencerminkan harga riil di pasar lokal.
- Alokasi anggaran menjadi tidak efisien karena harga tidak sesuai dengan kondisi aktual sehingga menyebabkan terlambatnya proses penyusunan anggaran begitu juga Waktu dan sumber daya terbuang untuk melakukan revisi. Barang/jasa yang dibeli mungkin tidak sesuai kebutuhan sebenarnya
3. ISU STRATEGIS
Isu global :
- Perkembangan Teknologi Global
- Terjadinya Inflasi Global Audit internasional serta kerja sama luar negeri menuntut sistem harga yang akurat dan terbuka
- Penyusunan SSH di daerah tak bisa dilepaskan dari dampak dinamika global, seperti harga dunia, kurs, inflasi global, perkembangan teknologi, dan tekanan tata kelola
Isu nasional :
- Ketidakefisienan dan Ketidakmerataan Belanja Pemerintah
- Kurangnya Pemanfaatan SHS dalam Penyusunan APBD/APBN
- Integrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan
Isu lokal :
- Masih Sering terlambatnya Proses penyusunan Anggaran di karenakan dalam pemeilihan Standar Harga masih di lakukan secara manual
- Hampir 60% ASN pengguna aplikasi
4. METODE PEMBAHARUAN
- Reviu Berkala dan Penyesuaian Inflasi,
- Integrasi dengan Indikator Kinerja
5. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
- Efisiensi Waktu dan Biaya
- Data Terintegrasi dan Konsisten
- Transparansi dan Akuntabilitas.
6. CARA KERJA INOVASI
- Cara kerja inovasi E-SHS yaitu dengan mempersingkat waktu pengajuan SHS dari OPD ke bagian Tim SHS
- Sistem digitalisasi melalui Aplikasi e-SHS OPD mengajukan pengusulan melalui aplikasi e-SHS,
- Mengupload data dukung berupa hasil survey kemudian data tersebut akan di verifikasi oleh admin dari Tim Kabupaten
- Survei data yang memenuhi syarat akan langsung diterbitkan sebagai Analisis Standar Belanja Kabupaten.
- e-SHS terhubung ke sistem perencanaan dan penganggaran lainnya seperti SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.
- Data dari e-SHS masuk ke RKA dan DPA untuk digunakan dalam APBD