Inovasi Daerah

PUSKESMAS BERSINAR (TERSEDIANYA TAMAN BERMAIN ANAK, EDUKASI, RUANG BACA, POJOK ASI, INFORMASI KESEHATAN, NYAMAN, AMAN DAN RAMAH

Tahap Penerapan Non-digital Tahun 2025

Tujuan

  1. Lingkungan Fasilitas Kesehatan Ramah Anak dan Keluarga

  2. Ibu Menyusui Memiliki Ruang Khusus

  3. Adanya Akses Edukasi dan Informasi Kesehatan

  4. Ada Sarana Penunjang Tumbuh Kembang Anak/Taman Bermain anak

  5. Suasana Fasilitas Nyaman dan tidak Membosankan

  6. Tingkat Kepuasan dan Keterlibatan Masyarakat Meningkat

Manfaat

  1. Lingkungan Fasilitas Kesehatan Ramah Anak dan Keluarga

  2. Ibu Menyusui Memiliki Ruang Khusus

  3. Adanya Akses Edukasi dan Informasi Kesehatan

  4. Ada Sarana Penunjang Tumbuh Kembang Anak/Taman Bermain anak

  5. Suasana Fasilitas Nyaman dan tidak Membosankan

  6. Tingkat Kepuasan dan Keterlibatan Masyarakat Meningkat

Hasil yang dicapai

Puskesmas Bersinar tersedianya Taman Bermain Anak, Edukasi, Ruang Baca, Pojok Asi, Informasi Kesehatan, Nyaman, Aman Dan Ramah bagi pasien dan keluarga pada saat menunggu antrian berobat dan hasil pemeriksaan kesehatan

Rancang bangun

1. DASAR HUKUM

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Pelayanan Publik
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
  6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
  7. Peraturan Bupati Mimika Nomor 13 tahun 2022 tentang Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas di Kabupaten Mimika

2. PERMASALAHAN 

Banyaknya pasien yang berkunjung ke BLUD Puskesmas Karang Senang dan memakan waktu yang cukup lama sehingga puskesmas menyediakan Taman Bermain Anak, Edukasi, Ruang Baca, Pojok Asi, Informasi Kesehatan, Nyaman, Aman Dan Ramah.

Masalah Makro

  • Keterbatasan Kebijakan Nasional yang Spesifik
  • Prioritas Anggaran yang Terbatas
  • Ketimpangan Pembangunan Wilayah
  • Koordinasi Lintas Sektor yang Lemah

Masalah Mikro

  • Lingkungan Fasilitas Kesehatan Kurang Ramah Anak dan Keluarga

  • Ibu Menyusui Tidak Memiliki Ruang Khusus

  • Minimnya Akses Edukasi dan Informasi Kesehatan

  • Tidak Ada Sarana Penunjang Tumbuh Kembang Anak/Taman Bermain anak

  • Suasana Fasilitas Kurang Nyaman dan Membosankan

  • Tingkat Kepuasan dan Keterlibatan Masyarakat Rendah

3. ISU STRATEGIS 

Isu global mengenai tersedianya taman bermain, edukasi, ruang baca, pojok ASI, informasi kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan merupakan bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai fasilitas publik yang inklusif dan ramah anak serta keluarga. Berikut adalah penjelasan tentang isu-isu tersebut dalam konteks global :

          1. Taman Bermain yang Aman dan Inklusif

  • Isu: Banyak kota di dunia kekurangan taman bermain yang aman dan ramah anak. Di beberapa tempat, fasilitasnya rusak, kurang perawatan, atau tidak ramah difabel.
  • Dampak: Anak-anak kehilangan ruang untuk bermain, bersosialisasi, dan berkembang secara fisik dan emosional.
  • Upaya Global: UNICEF dan WHO mendorong pembangunan kota layak anak dengan menyediakan ruang bermain yang aman dan inklusif.

     2. Fasilitas Edukasi dan Ruang Baca

  • Isu: Kurangnya akses terhadap pendidikan informal, seperti perpustakaan umum atau ruang baca yang mudah diakses, khususnya di daerah tertinggal.
  • Dampak: Kesenjangan literasi dan akses informasi yang semakin melebar.
  • Upaya Global: Agenda SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) mendorong pemerataan akses pendidikan inklusif di semua level.

    3. Pojok ASI dan Fasilitas Ramah Ibu Menyusui

  • Isu: Minimnya fasilitas menyusui di ruang publik atau kantor, membuat ibu menyusui kesulitan dalam memberikan ASI.
  • Dampak: Gangguan terhadap pemberian ASI eksklusif dan kenyamanan ibu.
  • Upaya Global: WHO dan UNICEF melalui inisiatif Baby-Friendly Hospital Initiative dan kampanye ruang publik ramah ibu menyusui.

    4. Akses Informasi Kesehatan

  • Isu: Informasi kesehatan yang tidak merata dan kurang ramah bagi masyarakat awam, terutama di wilayah rural.
  • Dampak: Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan dasar.
  • Upaya Global: WHO mendorong penyediaan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami dalam berbagai media dan bahasa.

    5. Kenyamanan, Keamanan, dan Keramahan di Fasilitas Umum

  • Isu: Desain kota dan fasilitas umum sering tidak mempertimbangkan aspek kenyamanan bagi anak, lansia, atau difabel.
  • Dampak: Terbatasnya partisipasi kelompok rentan dalam aktivitas sosial dan publik.
  • Upaya Global: Gerakan “Smart City” dan “Inclusive City” yang memperjuangkan kota yang aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat.

ISU Nasional : 

Isu nasional terkait tersedianya taman bermain, fasilitas edukasi, ruang baca, pojok ASI, informasi kesehatan, serta aspek kenyamanan, keamanan, dan keramahan mencerminkan tantangan dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, perempuan, dan keluarga di Indonesia. Berikut adalah pembahasan komprehensif terkait isu ini dalam konteks nasional:

Ketersediaan Fasilitas Publik Ramah Anak dan Keluarga

      1. Kurangnya Taman Bermain yang Layak dan Aman

  • Kondisi Saat Ini:
    • Banyak wilayah, terutama di daerah padat dan perkotaan, kekurangan taman bermain.
    • Fasilitas sering tidak terawat, tidak aman, dan tidak inklusif (tidak ramah difabel).
  • Dampak:
    • Membatasi ruang eksplorasi anak.
    • Menurunkan kualitas tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.
  • Kebijakan Terkait:
    • Pemerintah telah mencanangkan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA), namun implementasinya masih belum merata.

      2. Akses Terbatas terhadap Fasilitas Edukasi dan Ruang Baca Publik

  • Kondisi Saat Ini:
    • Ruang baca atau perpustakaan umum kurang tersebar, terutama di daerah terpencil.
    • Kualitas bahan bacaan dan fasilitas penunjang belum optimal.
  • Dampak:
    • Kesenjangan literasi dan rendahnya minat baca anak-anak dan remaja.
  • Kebijakan Terkait:
    • Gerakan Literasi Nasional dan revitalisasi perpustakaan melalui Perpusnas, namun masih perlu dukungan anggaran dan SDM.

    3. Minimnya Fasilitas Pojok ASI di Ruang Publik

  • Kondisi Saat Ini:
    • Sebagian besar kantor, pusat perbelanjaan, terminal, dan tempat umum lainnya belum memiliki ruang laktasi.
  • Dampak:
    • Hambatan bagi ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif.
  • Kebijakan Terkait:
    • Permenkes No. 15 Tahun 2013 mewajibkan penyediaan ruang laktasi, tetapi implementasi masih lemah.

    4. Kurangnya Akses terhadap Informasi Kesehatan yang Mudah Dipahami

  • Kondisi Saat Ini:
    • Sosialisasi informasi kesehatan masih kurang menjangkau masyarakat akar rumput.
    • Kurangnya tenaga kesehatan di daerah tertinggal.
  • Dampak:
    • Rendahnya kesadaran pencegahan penyakit dan pola hidup sehat.
  • Kebijakan Terkait:
    • Penguatan program Posyandu, namun butuh revitalisasi dan pelatihan kader.

5. Isu Kenyamanan, Keamanan, dan Keramahan Fasilitas Umum

  • Kondisi Saat Ini:
    • Banyak ruang publik belum ramah terhadap anak, lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
  • Dampak:
    • Ketimpangan akses layanan dan keterbatasan partisipasi sosial kelompok rentan.
  • Kebijakan Terkait:
    • Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan aksesibilitas fasilitas umum, tetapi implementasi belum merata.

Meskipun terdapat berbagai kebijakan dan regulasi, tantangan utamanya terletak pada:

  • Implementasi di tingkat daerah.
  • Minimnya anggaran dan prioritas politik lokal.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat dan pihak swasta.

ISU Lokal : Tingginya kunjungan masyarakat ke puskesmas untuk berobat dan memerlukan waktu antri dan menunggu hasil pemeriksaan yang lama maka BLUD Puskesmas Karang Senang menyediakan Taman Bermain Anak, Edukasi, Ruang Baca, Pojok Asi, Informasi Kesehatan, Nyaman, Aman Dan Ramah.

3. METODE PEMBAHARUAN 

Kondisi sebelum adanya Inovasi puskesmas bersinar 

  • Lingkungan Fasilitas Kesehatan Kurang Ramah Anak dan Keluarga

  • Ibu Menyusui Tidak Memiliki Ruang Khusus

  • Minimnya Akses Edukasi dan Informasi Kesehatan

  • Tidak Ada Sarana Penunjang Tumbuh Kembang Anak/Taman Bermain anak

  • Suasana Fasilitas Kurang Nyaman dan Membosankan

  • Tingkat Kepuasan dan Keterlibatan Masyarakat Rendah

Kodisi setelah adanya Inovasi puskesmas bersinar

  • Lingkungan Fasilitas Kesehatan Ramah Anak dan Keluarga

  • Ibu Menyusui Memiliki Ruang Khusus

  • Adanya Akses Edukasi dan Informasi Kesehatan

  • Ada Sarana Penunjang Tumbuh Kembang Anak/Taman Bermain anak

  • Suasana Fasilitas Nyaman dan tidak Membosankan

  • Tingkat Kepuasan dan Keterlibatan Masyarakat Meningkat

4. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

tersedianya Taman Bermain Anak, Edukasi, Ruang Baca, Pojok Asi, Informasi Kesehatan, Nyaman, Aman Dan Ramah

Manfaat Tersedianya Inovasi Bersinar :

  1. Meningkatkan Kenyamanan dan Kepuasan Pengunjung

  2. Mendukung Tumbuh Kembang Anak

  3. Mendukung Ibu Menyusui dengan Pojok ASI

  4. Meningkatkan Akses Edukasi Kesehatan

  5. Meningkatkan Citra dan Kualitas Pelayanan Puskesmas

  6. Mendukung Pelayanan Kesehatan yang Inklusif dan Humanis

  7. Mendorong Partisipasi Keluarga dalam Kesehatan

5. CARA KERJA INOVASI

tersedianya Taman Bermain Anak, Edukasi, Ruang Baca, Pojok Asi, Informasi Kesehatan, Nyaman, Aman Dan Ramah bagi pasiien dan keluarga pada saat menunggu antrian berobat dan hasil pemeriksaan kesehatan

Proses Pemanfaatan Inovasi Puskesmas bersinar

  1. Sosialisasi kepada Pengunjung

  2. Arah Penempatan dan Akses Fasilitas

  3. Pendampingan oleh Petugas/Kader

  4. Penggunaan Sarana dan Prasarana

← Kembali ke daftar inovasi

Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei