Rayakan Imlek, Bupati Mimika Gelar Doa Bersama Lintas Agama Bertema Harmoni Nusantara
MIMIKA – Dalam rangka merayakan Hari Raya Imlek sekaligus menyambut rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung sepanjang Februari 2026, Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama keluarga menggelar doa bersama lintas agama dengan masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Harmoni Nusantara” dan berlangsung di Halaman Pendopo Rumah Negara SP 3, Selasa (17/2/2026) di Timika.
Acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika, pimpinan dan tokoh agama lintas denominasi gereja, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh adat, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika telah ditetapkan sebagai salah satu kabupaten terharmoni di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga stabilitas keamanan, menciptakan suasana daerah yang aman tanpa konflik, serta merawat kerukunan antarumat beragama.
“Kita bersyukur karena Mimika ditetapkan sebagai kabupaten terharmoni. Di daerah ini hidup berbagai suku dan budaya, namun kita tetap mampu menjaga keharmonisan dan menjadikan Mimika sebagai rumah kita bersama,” ujar Johannes Rettob.
Ia juga menuturkan, bahwa tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena sejumlah hari besar keagamaan dirayakan secara berurutan oleh umat beragama.
“Tahun 2026 ini sangat luar biasa. Hari ini kita merayakan Imlek, kemudian umat Katolik dan Protestan memasuki masa Prapaskah, disusul umat Muslim yang akan memasuki bulan suci Ramadan, dan pada bulan Maret umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Dalam keberagaman ini, kita semua harus hadir dan saling mendukung,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terciptanya Mimika yang damai dan aman.
“Tugas kita bersama adalah menjaga Mimika agar tetap damai dan aman. Mari kita berkomitmen menjadikan Mimika sebagai rumah bersama yang penuh rasa saling menghormati,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Petrus Karang Senang SP 3, Pastor Gabrie, dilanjutkan dengan doa bersama oleh para pimpinan denominasi gereja di Mimika, serta ditutup dengan penampilan seni budaya berupa tarian barongsai, wushu, dan hiburan lainnya.
Tim Liputan Diskominfo Mimika