Bupati Mimika Hadiri Seminar Pemetaan Infrastruktur, Dorong Pembangunan Berbasis Data
MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., menghadiri Seminar Pendahuluan Jasa Survei dan Pemetaan Kabupaten Mimika yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika, Kamis (20/8/2026).
Seminar yang berlangsung di Bali Room Hotel Horison Diana, Jalan Cenderawasih, Timika, ini menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Mimika membangun basis data infrastruktur yang akurat dan terpadu sebagai pijakan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Bupati Johannes Rettob hadir bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Kabupaten Mimika, Santi Sondang, S.IP., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, S.H., M.H., Staf Ahli Bidang Perekonomian dan SDM Petrus Pali Amba, para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, serta tokoh adat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan, Santi Sondang. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, disampaikan bahwa survei dan pemetaan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan Kabupaten Mimika berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Bupati, pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui kondisi, keberadaan, serta sebaran infrastruktur di setiap wilayah. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Melalui kegiatan pemetaan ini, kita ingin mengidentifikasi objek sekaligus memahami kondisi infrastruktur yang ada di Kabupaten Mimika secara menyeluruh, akurat, dan terintegrasi,” ujar Santi saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati berharap hasil survei dan pemetaan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai instrumen penting dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran.
Data tersebut nantinya diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebutuhan pembangunan baru, peningkatan kualitas infrastruktur, pemeliharaan, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” lanjutnya.
Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses pemetaan. Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, dalam laporan Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi dan sebaran infrastruktur di Kabupaten Mimika secara spasial.
Selain mengidentifikasi dan menginventarisasi infrastruktur yang telah tersedia, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan data spasial yang akurat serta membangun pangkalan data infrastruktur berbasis *Geographic Information System* (GIS).
Basis data tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan daerah sehingga program pembangunan infrastruktur dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pelaksanaan survei dan pemetaan dilakukan oleh PT Geo Inti Spasial berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 24 Juli 2026, dengan jangka waktu pelaksanaan selama lima bulan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Mimika diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi infrastruktur daerah, sehingga kebijakan pembangunan ke depan dapat disusun lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran.
Tim Liputan Diskominfo
Tidak ada tag terkait.