MIMIKA— Semangat persatuan dan pemerataan pembangunan menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Mimika. Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., MM, memimpin langsung upacara peringatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Kelompok Cipayung Kabupaten Mimika di Lapangan Upacara Distrik Mimika Barat Jauh, Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema “Pemuda Bersatu, Mimika Maju, Dari Kampung untuk Indonesia, Mimika Maju”, pelaksanaan upacara di Distrik Mimika Barat Jauh menjadi momentum untuk menegaskan bahwa semangat pembangunan harus tumbuh dari seluruh wilayah, termasuk kampung, pesisir, pedalaman hingga perkotaan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., MM, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Icukuareyau, S.STP.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh Leo Deon Tenama, Petro Tenama, dan Demianus Aujitane, siswa-siswi SMP Negeri Potowai Buru.
Rangkaian upacara turut diisi dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua GMNI Kabupaten Mimika, Kristoforus Toffy; pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh Ketua KNPI Kabupaten Mimika, Rafael Taorekyau; serta doa yang dipimpin Gabriel Rutu, anggota PMKRI Kabupaten Mimika.
Dalam amanatnya, Bupati Johannes Rettob mengajak seluruh pemuda Mimika menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, adat istiadat dan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah.
“Mimika adalah rumah bagi masyarakat dengan beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan latar belakang. Karena itu, saya mengajak seluruh pemuda termasuk pemuda Amungme, Kamoro, dan seluruh komunitas yang hidup dan bertumbuh di Mimika untuk terus membangun persaudaraan, saling menghargai, menjaga kedamaian, dan bekerja bersama,” jelas Bupati.
Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa pemilihan Distrik Mimika Barat Jauh sebagai lokasi upacara bukan sekadar pilihan tempat, tetapi memiliki pesan penting tentang arah pembangunan Kabupaten Mimika.
Pembangunan, kata Bupati, tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran pemerintah dan manfaat pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat hingga kampung-kampung, termasuk wilayah pesisir dan pedalaman.
Pemuda yang berada di seluruh wilayah Mimika juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, berprestasi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Pemuda di wilayah pesisir, pedalaman, kampung, maupun perkotaan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, berprestasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan, " tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku dan penggerak perubahan di daerahnya masing-masing.
Dalam amanatnya, Bupati juga memotivasi generasi muda Mimika agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman. Pendidikan, keterampilan, kreativitas dan kewirausahaan harus menjadi bekal bagi pemuda untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pemuda didorong tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi mampu menciptakan peluang dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, pemuda juga diingatkan agar menjadi pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Bupati mengajak generasi muda menjauhi narkoba, kekerasan, perundungan, serta tidak mudah menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk mulai berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana: disiplin waktu, bertanggung jawab, saling menghormati, dan menyelesaikan perbedaan dengan dialog.” ajaknya.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh elemen masyarakat—perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan organisasi kepemudaan—untuk membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi generasi muda.
Bupati menegaskan, masa depan Mimika tidak dapat dibangun oleh pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi, kepedulian dan kontribusi seluruh masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat bagi semua.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Distrik Mimika Barat Jauh menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan sekaligus memperkuat komitmen bersama bahwa kemajuan Mimika harus dibangun dari seluruh wilayah.
Usai memimpin upacara Bupati Mimika juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada pegawai di lingkungan Distrik Mimika Barat Jauh.
Tim Liputan Diskominfo
Mengusung tema “Pemuda Bersatu, Mimika Maju, Dari Kampung untuk Indonesia, Mimika Maju”, pelaksanaan upacara di Distrik Mimika Barat Jauh menjadi momentum untuk menegaskan bahwa semangat pembangunan harus tumbuh dari seluruh wilayah, termasuk kampung, pesisir, pedalaman hingga perkotaan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., MM, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Icukuareyau, S.STP.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh Leo Deon Tenama, Petro Tenama, dan Demianus Aujitane, siswa-siswi SMP Negeri Potowai Buru.
Rangkaian upacara turut diisi dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua GMNI Kabupaten Mimika, Kristoforus Toffy; pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh Ketua KNPI Kabupaten Mimika, Rafael Taorekyau; serta doa yang dipimpin Gabriel Rutu, anggota PMKRI Kabupaten Mimika.
Dalam amanatnya, Bupati Johannes Rettob mengajak seluruh pemuda Mimika menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, adat istiadat dan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah.
“Mimika adalah rumah bagi masyarakat dengan beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan latar belakang. Karena itu, saya mengajak seluruh pemuda termasuk pemuda Amungme, Kamoro, dan seluruh komunitas yang hidup dan bertumbuh di Mimika untuk terus membangun persaudaraan, saling menghargai, menjaga kedamaian, dan bekerja bersama,” jelas Bupati.
Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa pemilihan Distrik Mimika Barat Jauh sebagai lokasi upacara bukan sekadar pilihan tempat, tetapi memiliki pesan penting tentang arah pembangunan Kabupaten Mimika.
Pembangunan, kata Bupati, tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran pemerintah dan manfaat pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat hingga kampung-kampung, termasuk wilayah pesisir dan pedalaman.
Pemuda yang berada di seluruh wilayah Mimika juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, berprestasi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Pemuda di wilayah pesisir, pedalaman, kampung, maupun perkotaan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, berprestasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan, " tuturnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku dan penggerak perubahan di daerahnya masing-masing.
Dalam amanatnya, Bupati juga memotivasi generasi muda Mimika agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman. Pendidikan, keterampilan, kreativitas dan kewirausahaan harus menjadi bekal bagi pemuda untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pemuda didorong tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi mampu menciptakan peluang dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, pemuda juga diingatkan agar menjadi pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Bupati mengajak generasi muda menjauhi narkoba, kekerasan, perundungan, serta tidak mudah menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk mulai berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana: disiplin waktu, bertanggung jawab, saling menghormati, dan menyelesaikan perbedaan dengan dialog.” ajaknya.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh elemen masyarakat—perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan organisasi kepemudaan—untuk membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi generasi muda.
Bupati menegaskan, masa depan Mimika tidak dapat dibangun oleh pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi, kepedulian dan kontribusi seluruh masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat bagi semua.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Distrik Mimika Barat Jauh menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan sekaligus memperkuat komitmen bersama bahwa kemajuan Mimika harus dibangun dari seluruh wilayah.
Usai memimpin upacara Bupati Mimika juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada pegawai di lingkungan Distrik Mimika Barat Jauh.
Tim Liputan Diskominfo