FGD Transformasi SPBE dan Rapat Perdana Dewan Smart City Jadi Langkah Awal Mimika Menuju Pemerintahan Digital

FGD Transformasi SPBE dan Rapat Perdana Dewan Smart City Jadi Langkah Awal Mimika Menuju Pemerintahan Digital

MIMIKA – Dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, data, dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Transformasi SPBE Menuju Pemerintahan Digital sekaligus Rapat Perdana Dewan Smart City Kabupaten Mimika.

‎Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima, Rabu (07/06/2026), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M.

‎Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, A.Md., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika Yan Selamat Purba, S.T., M.Si., serta Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kemenpan RB, Mohammad Averrouce serta Pendamping Smart City untuk Kabupaten Mimika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Wikan Danar Sunindyo dan Windy Gambetta selalu Narasumber.

‎FGD dan Rapat Perdana Dewan Smart City ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui penerapan tata kelola berbasis teknologi, data, dan inovasi.

‎Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti strategis karena pemerintah daerah tidak lagi hanya berbicara mengenai penerapan SPBE sebagai kewajiban administratif, tetapi telah memasuki tahap transformasi menuju pemerintahan digital yang terintegrasi.

‎“FGD ini memiliki arti yang sangat strategis bagi Kabupaten Mimika. Kita tidak lagi sekadar berbicara mengenai SPBE sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata, tetapi telah memasuki tahapan yang lebih maju, yakni perubahan menuju pemerintahan digital yang utuh,” ujar Johannes.

‎Ia menjelaskan, transformasi pemerintahan digital sejalan dengan Rencana Induk Pemerintahan Digital Tahun 2025–2045, yang mengarahkan pemerintah daerah untuk membangun tata kelola pemerintahan berbasis data, kolaborasi, serta sistem yang saling terhubung.

‎Bupati mengungkapkan, Kabupaten Mimika saat ini memiliki nilai Indeks SPBE sebesar 2,52 dengan kategori “Cukup”. Sementara domain Kebijakan dan Layanan Publik telah mencapai nilai 3,50 dengan kategori “Sangat Baik”.

‎Namun, Johannes menegaskan masih diperlukan peningkatan pada aspek Tata Kelola dan Manajemen agar penerapan pemerintahan digital dapat berjalan secara maksimal.

‎“Pemerintahan digital bukan hanya tugas Dinas Kominfo, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh perangkat daerah. Mulai dari perencanaan, pengelolaan data, pelayanan hingga pengambilan keputusan harus terintegrasi dalam satu ekosistem digital Kabupaten Mimika,” tegasnya.

‎Ia mengingatkan perangkat daerah agar tidak lagi membangun aplikasi secara terpisah, tetapi mengembangkan sistem yang terintegrasi melalui satu arsitektur bersama, satu data, dan pemanfaatan infrastruktur digital secara terpadu.

‎Lebih lanjut, Bupati menyampaikan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, yakni percepatan penerapan Tanda Tangan Elektronik, kesiapan data untuk evaluasi pemerintahan digital, serta memastikan data sektoral setiap OPD akurat dan selalu diperbarui.

‎Terkait Smart City, Johannes menegaskan bahwa kota cerdas bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana pemanfaatan teknologi dan data mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

‎“Smart city bukan hanya tentang seberapa banyak teknologi atau aplikasi yang dimiliki, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya, informasi, dan data untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

‎Ia berharap Dewan Smart City Kabupaten Mimika dapat memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk percepatan penurunan stunting dan kemiskinan melalui pelayanan yang tepat sasaran dan berbasis data.

‎“Kota cerdas diukur dari seberapa efektif solusi yang dihadirkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Mari kita membangun kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama demi kemajuan Kabupaten Mimika,” tutup Johannes.

‎Tim Liputan Diskominfo Mimika


Tags :