MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Pembinaan terhadap Aktivitas Kepaskibrakaan dan Purna Paskibraka di Hotel Grand Tembaga, Mimika, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pencegahan Bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) bagi Generasi Muda di Kabupaten Mimika”.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., didampingi Sekretaris Kesbangpol Mimika, Amelda Mince Rumayomi. Hadir pula narasumber dari Polres Mimika dan BNN Kabupaten Mimika.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakannya, Fransiskus menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset terbesar bangsa sekaligus penentu masa depan daerah. Karena itu, generasi muda perlu dilindungi dari ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan NAPZA yang dapat menghambat keberlanjutan pembangunan serta pencapaian cita-cita Indonesia Emas.
Ia menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan serius yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, keharmonisan keluarga, dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Sekali seseorang terjebak dalam lingkaran narkoba, maka fisik, mental, dan masa depannya akan terancam,” ujarnya.
Fransiskus juga mengajak peserta memaknai Kabupaten Mimika sebagai titipan Tuhan yang harus dikelola dan dijaga dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kondisi daerah yang diwariskan hari ini akan menentukan kehidupan generasi berikutnya.
Ia menekankan bahwa menjaga Mimika berarti turut menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu melanjutkan pembangunan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya narkoba menjadi tanggung jawab bersama.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi. Langkah tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar anak-anak dan generasi muda terhindar dari penyalahgunaan NAPZA.
Menutup sambutannya, Fransiskus mengajak peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran mengenai bahaya narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya.
“Jangan pernah sekalipun mencoba, atau bahkan sekadar merasa penasaran dengan narkoba. Lindungilah diri kalian, lindungilah keluarga kalian, dan jaga masa depan bangsa kita,” pesannya.
Sementara itu, dalam laporan yang dibacakan ketua panitia, disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran generasi muda terhadap bahaya NAPZA. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai jenis, bahaya, serta dampak buruk penyalahgunaan narkoba sebagai bekal untuk melindungi diri dan lingkungan sekitarnya.
*Tim Liputan Diskominfo*