Pemkab Mimika Perkuat Kapasitas LK3, Tingkatkan Respons terhadap Persoalan Keluarga
MIMIKA – Berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah keluarga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan humanis. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ballroom Hotel Horizon Ultima, Timika, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Mimika dalam meningkatkan kemampuan para pelaksana layanan sosial agar mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada masyarakat. Penguatan tersebut mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., yang hadir mewakili Bupati Mimika. Dalam kegiatan tersebut, Fransiskus didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, S.IP., serta narasumber dari Kementerian Sosial RI, Dr. Kasim Saleh, A.KS., M.M., M.Si. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Anatje Arwam, bersama peserta dan pemangku kepentingan terkait.
Mewakili Bupati Mimika, Fransiskus Bokeyau menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, kepribadian, keterampilan, sekaligus kualitas kehidupan setiap individu. Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, sehat, mandiri, dan sejahtera.
“Ketika keluarga kuat, maka akan menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan kehidupan sosial turut membawa tantangan baru bagi keluarga. Tekanan ekonomi, perubahan pola kehidupan, persoalan komunikasi, hingga konflik dalam rumah tangga dapat berkembang menjadi masalah sosial yang membutuhkan penanganan secara profesional.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan LK3 dinilai memiliki peran penting sebagai tempat bagi keluarga untuk mendapatkan informasi, konsultasi, konseling, pendampingan, advokasi, maupun rujukan ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan secara mandiri.
Fransiskus menilai optimalnya pelayanan LK3 sangat bergantung pada kualitas SDM yang berada di dalamnya. Karena itu, peningkatan kapasitas tidak hanya menyangkut penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, kepedulian terhadap masyarakat, integritas, serta keterampilan dalam memahami dan menangani permasalahan keluarga.
“Sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan memadai, keterampilan, kepedulian tinggi, integritas, serta kemampuan komunikasi yang baik, akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi para pengelola dan pelaksana LK3. Dengan kemampuan yang semakin baik, layanan kepada masyarakat diharapkan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mampu memberikan solusi dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan setiap keluarga.
Sementara itu, Dr. Kasim Saleh dari Kementerian Sosial RI menjelaskan bahwa LK3 merupakan bagian penting dalam upaya pemerintah membangun sistem pelayanan sosial yang dapat menjangkau keluarga ketika menghadapi berbagai persoalan. LK3 hadir untuk membantu masyarakat melalui pendekatan konsultasi, konseling, pendampingan, advokasi, serta layanan rujukan.
“LK3 merupakan salah satu strategi nasional untuk memastikan berbagai persoalan keluarga dapat ditangani dan diselesaikan dengan baik melalui mekanisme pendampingan, advokasi, konsultasi, konseling, hingga layanan rujukan,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan persoalan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, masyarakat, serta lembaga terkait perlu membangun koordinasi agar setiap permasalahan dapat diketahui sejak dini dan mendapatkan penanganan sesuai dengan karakteristik kasusnya.
Dr. Kasim menyebutkan, persoalan yang dapat menjadi perhatian dalam layanan LK3 cukup beragam. Di antaranya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak, tekanan psikologis akibat konflik atau kekerasan dalam keluarga, hingga persoalan komunikasi yang dapat memengaruhi keharmonisan kehidupan rumah tangga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, S.IP., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan dasar para pelaksana harus diperkuat agar mereka mampu menjalankan tugas secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Inti dari kegiatan ini adalah memberdayakan sumber daya manusia terlebih dahulu. Pengetahuan dan kemampuan dasar harus dibangun dengan baik sehingga nantinya mereka mampu berdiri sendiri dan berusaha secara mandiri,” kata Hasan.
Hasan juga menyoroti pentingnya meningkatkan perhatian terhadap pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan keluarga. Ia mendorong seluruh peserta untuk tidak hanya memahami persoalan secara teori, tetapi juga mampu membaca kondisi masyarakat secara langsung.
Selain persoalan keluarga, Hasan mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap berbagai kondisi sosial yang sedang dihadapi masyarakat Mimika. Salah satunya adalah tantangan akibat bencana kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika dan berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kepekaan serta respons cepat dari jajaran Dinas Sosial dan seluruh pihak terkait. Pemantauan terhadap kondisi riil di lapangan menjadi penting agar bantuan maupun dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Di sinilah peran serta kepekaan Dinas Sosial sangat dibutuhkan untuk melihat kondisi riil di lapangan dan memberikan dukungan yang tepat sasaran,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap kapasitas SDM dan kelembagaan LK3 semakin kuat sehingga mampu menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan solusi bagi keluarga yang menghadapi persoalan sosial. Penguatan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang lebih tangguh, harmonis, dan sejahtera di Kabupaten Mimika.
Tim Liputan Diskominfo