Pemkab Mimika Terima Hibah 1.700 Pipa Air Bersih dari PT Freeport Indonesia

Pemkab Mimika Terima Hibah 1.700 Pipa Air Bersih dari PT Freeport Indonesia

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menerima bantuan hibah sebanyak 1.700 batang pipa distribusi air bersih dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Mile Point 34, Kamis (9/7/2026).

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma, serta jajaran manajemen PTFI dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia yang ditandatangani pada 17 Juni 2026.

“Saat penandatanganan MoU, saya menyampaikan bahwa langkah berikutnya adalah menyusun perjanjian kerja sama beserta dokumen pelaksana lainnya. Hari ini kita membuktikan bahwa PT Freeport Indonesia langsung merespons dengan aksi nyata melalui bantuan penyediaan pipa distribusi air bersih ini,” ujar Johannes.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI sehingga seluruh program yang telah disepakati dapat direalisasikan demi mendukung pembangunan Kabupaten Mimika.

Johannes juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah pembangunan infrastruktur adalah menjaga dan merawat fasilitas agar tetap berfungsi dengan baik. Menurutnya, masih ditemukan berbagai kendala seperti hilangnya meter air, kerusakan keran, hingga pipa yang rusak akibat kurangnya perawatan.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Lebih lanjut, Johannes menjelaskan bahwa pengembangan sistem penyediaan air bersih di Mimika telah dimulai sejak 2013 dan terus diperkuat, khususnya sejak 2022 dengan fokus pembangunan jaringan air bersih di wilayah perkotaan.

Hingga saat ini, sekitar 14.000 sambungan rumah telah menikmati layanan air bersih. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan penambahan sekitar 2.000 sambungan rumah, sehingga total sambungan akan mencapai sekitar 16.000 unit.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga negara. Karena itu, pembangunan infrastruktur air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ke depan, pelayanan air bersih tidak hanya menjangkau kawasan perkotaan, tetapi juga kampung-kampung di Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menjajaki pemanfaatan sumber air di wilayah pesisir yang akan diolah menjadi air bersih layak konsumsi guna memperluas akses pelayanan kepada masyarakat.

Menutup sambutannya, Johannes menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan yang diberikan.

“Bantuan hibah ini menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

“Kerja sama penyediaan air bersih ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang produktif antara PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Kami berharap kemitraan ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Claus.

Ia menjelaskan bahwa kualitas air yang didistribusikan telah memenuhi standar kesehatan. Berdasarkan hasil pengujian berkala, rata-rata tingkat keasaman (pH) air mencapai 7,5, sesuai standar air minum yang baik.

Selain itu, kadar kaporit, tingkat kekeruhan, hingga uji mikrobiologi dan kandungan kimia terus dipantau sebanyak tiga kali setiap hari untuk memastikan air yang disalurkan aman digunakan masyarakat.

Menurut Claus, keberadaan sistem penyediaan air bersih di Mimika merupakan sebuah terobosan karena masih sedikit daerah di Tanah Papua yang memiliki fasilitas air bersih modern dan dikelola secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas PUPR, atas koordinasi dan kerja sama yang telah terjalin selama proses pembangunan.

“Semoga seluruh upaya ini memberikan manfaat yang besar, menjadikan Kabupaten Mimika semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pelayanan dasar kepada masyarakat terus meningkat,” tutup Claus.

Tim Liputan Diskominfo Mimika


Tags :