Berita

Perhatian Pemkab Mimika bagi Warga Pedalaman, 124 Paket Bantuan Pangan Disalurkan ke Dua Kampung di Agimuga

Perhatian Pemkab Mimika bagi Warga Pedalaman, 124 Paket Bantuan Pangan Disalurkan ke Dua Kampung di Agimuga
‎MIMIKA – Upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman terus dilakukan melalui berbagai program pelayanan sosial. Kali ini, Dinas Sosial Kabupaten Mimika menyalurkan sebanyak 124 paket bantuan permakanan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Fakafuku dan Kampung Mafasimamo, Distrik Agimuga, Minggu (25/10/2026).
‎
‎Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, terutama warga yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses dan kondisi geografis yang cukup menantang.
‎
‎Dari total bantuan yang disiapkan, masing-masing kampung memperoleh 62 paket, sehingga terdapat 124 paket yang diperuntukkan bagi masyarakat di kedua kampung tersebut.
‎
‎Kegiatan penyerahan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, bersama Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame. Bantuan diserahkan kepada Kepala Kampung Fakafuku, Beni Motatea, serta Sekretaris Kampung Mafasimamo, Marius Mafasimamo, sebagai perwakilan pemerintah kampung, dengan disaksikan masyarakat penerima manfaat.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Hasan Kemong menyampaikan bahwa program bantuan permakanan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Otsus yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Pemerintah ingin memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang bermukim jauh dari pusat perkotaan.
‎
‎Ia mengatakan, masyarakat di wilayah pegunungan dan pedalaman menjadi salah satu sasaran penting dalam pelaksanaan program tersebut karena menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‎
‎"Bantuan ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Otonomi Khusus yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Kami ingin memastikan anggaran ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, baik yang berada di wilayah pegunungan maupun pedalaman," jelas Hasan.
‎
‎Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga, meliputi beras, gula, minyak goreng, susu Dancow, dan telur. Berbagai bahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat penerima bantuan.
‎
‎Untuk wilayah Distrik Agimuga sendiri, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 500 paket permakanan yang diperuntukkan bagi masyarakat di delapan kampung. Program ini merupakan bagian dari pelayanan sosial Pemerintah Kabupaten Mimika yang menjangkau seluruh 18 distrik.
‎
‎Bagi masyarakat Distrik Agimuga, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri karena disalurkan ketika warga sedang menghadapi kondisi alam yang cukup sulit. Musim kemarau yang berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir telah memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan memperoleh air bersih.
‎
‎Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengungkapkan bahwa kekeringan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut juga berdampak pada pengolahan sagu yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat setempat.
‎
‎Tidak hanya itu, lahan pertanian yang mengalami kekeringan turut memengaruhi pertumbuhan tanaman pangan milik warga. Akibatnya, masyarakat harus menghadapi keterbatasan sumber makanan di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung aktivitas pertanian.
‎
‎Atas kondisi tersebut, Arianus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Sosial, karena bantuan yang diberikan dinilai sangat membantu masyarakat dalam menghadapi situasi tersebut.
‎
‎Menurutnya, kehadiran bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan nyata bagi warga yang saat ini sedang menghadapi kesulitan akibat perubahan kondisi alam.
‎
‎Selain menghadapi persoalan kemarau, masyarakat Distrik Agimuga juga masih dihadapkan pada keterbatasan sarana transportasi. Kondisi geografis wilayah yang bergantung pada jalur sungai menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan kebutuhan pokok maupun pelayanan pemerintah.
‎
‎Arianus menjelaskan bahwa dari delapan kampung di Distrik Agimuga, bantuan kali ini diserahkan langsung kepada dua kampung, yakni Fakafuku dan Mafasimamo. Sementara enam kampung lainnya akan menerima bantuan melalui kepala kampung masing-masing dengan mekanisme pengambilan di Timika.
‎
‎Pengaturan tersebut dilakukan karena akses menuju wilayah Kiliarma mengalami hambatan akibat kondisi sungai yang mengering. Selain itu, kabut tebal di kawasan perairan juga kerap mengganggu perjalanan menggunakan transportasi air.
‎
‎Hambatan lainnya adalah keberadaan kayu-kayu yang tertimbun di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini semakin menyulitkan perjalanan dan menghambat kelancaran distribusi barang menuju kampung-kampung di wilayah Agimuga.
‎
‎Melihat berbagai persoalan aksesibilitas yang dihadapi masyarakat, Pemerintah Distrik Agimuga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.
‎
‎Arianus mengusulkan agar dilakukan pembukaan dan penataan kembali jalur sungai yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, pembangunan pelabuhan di Kampung Mafasimamo atau Kampung Fakafuku juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik.
‎
‎Dengan tersedianya fasilitas pelabuhan, barang dan kebutuhan pokok dapat diturunkan pada lokasi yang lebih mudah dijangkau, kemudian didistribusikan ke kampung-kampung melalui jalur darat apabila akses jalan tersedia.
‎
‎"Kami berharap Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh pejabat terkait dapat memberikan perhatian terhadap pembukaan akses sungai. Kami juga mengusulkan pembangunan pelabuhan di Mafasimamo atau Fakafuku agar distribusi bahan kebutuhan masyarakat bisa lebih mudah dan efektif," ungkapnya.
‎
‎Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat keterbatasan infrastruktur transportasi selama ini menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kepada masyarakat di wilayah Distrik Agimuga.
‎
‎Melalui program bantuan permakanan dan dukungan pembangunan infrastruktur, masyarakat berharap pelayanan pemerintah dapat semakin menjangkau wilayah pedalaman. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan dasar, kelancaran distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung yang jauh dari pusat Kabupaten Mimika.
‎
‎Tim Liputan Diskominfo
Nilai Website Kami

Bantu Kami Meningkatkan Website Pemkab Mimika

Sampaikan pengalaman Anda menggunakan website resmi Pemerintah Kabupaten Mimika. Masukan Anda membantu kami meningkatkan kualitas informasi dan layanan digital.

Mulai Survei