Bupati Mimika Resmi Buka Profiling ASN 2026, Perkuat Fondasi Manajemen Kepegawaian Berbasis Merit

Bupati Mimika Resmi Buka Profiling ASN 2026, Perkuat Fondasi Manajemen Kepegawaian Berbasis Merit

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Mimika resmi membuka kegiatan Profiling ASN Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Kabupaten Mimika, Rabu (26/8/2026).

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., dan dihadiri Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Nur Hasan, S.Sos., M.Adm.SDA, Kepala BKPSDA Kabupaten Mimika, Hermelina W. Imbiri, S.E., M.Si., para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh peserta profiling ASN.

 

Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kegiatan Profiling ASN 2026 merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi manajemen kepegawaian yang kuat, profesional, objektif, dan berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

 

“Hari ini kita mulai meletakkan sebuah pondasi yang kokoh bagi manajemen kepegawaian kita di Kabupaten Mimika. Sesuai dengan visi dan misi kami, semuanya berbicara tentang satu hal, yaitu bagaimana membangun birokrasi yang baik,” tegas Johannes.

 

Menurutnya, penerapan manajemen kepegawaian berbasis sistem merit diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih stabil dan memberikan kepastian dalam pengembangan karier ASN, terlepas dari adanya pergantian kepemimpinan daerah.

 

“Ke depannya, siapa pun Bupati yang menjabat, Bapak dan Ibu tidak akan lagi diacak-acak atau dipindah-tangani sembarangan. Kita akan tetap berpegang teguh pada prinsip dan aturan yang berlaku serta melaksanakannya secara tertib dan profesional,” ujarnya.

 

Bupati juga menekankan bahwa penempatan ASN harus didasarkan pada proses, kompetensi, kinerja, serta data yang objektif. Karena itu, Profiling ASN menjadi momentum penting bagi setiap pegawai untuk mengenali dan meningkatkan kapasitas dirinya.

 

“Kegiatan profiling ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan nilai tersebut. Bapak dan Ibu harus berpacu agar posisi bisa naik, setidaknya masuk ke tingkat tujuh, delapan, bahkan sembilan. Karena dalam sistem, hanya mereka yang berada di tingkat tujuh, delapan, dan sembilan yang bisa kami pilih. Jika tidak demikian, saya tidak memiliki dasar untuk menentukan siapa pejabat yang tepat,” jelasnya.

 

Johannes berharap hasil profiling nantinya dapat menyediakan sejumlah kandidat berkualitas pada setiap jenjang jabatan, sehingga proses pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih objektif dan sesuai dengan prinsip merit.

 

Ia menargetkan setiap jabatan memiliki sedikitnya lima kandidat yang memenuhi kualifikasi. Dengan tersedianya data kompetensi yang kuat, pemerintah daerah dapat melakukan seleksi terbatas maupun seleksi terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Bupati menambahkan, upaya pembenahan manajemen kepegawaian di Kabupaten Mimika telah dimulai sejak 2025 melalui kegiatan profiling dengan kuota 1.000 peserta. Tingginya antusiasme ASN saat itu, menurutnya, menunjukkan adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur.

 

Ia juga mengingatkan bahwa ASN yang mengalami perubahan jenjang maupun jabatan perlu mengikuti penilaian kembali agar data kompetensi yang dimiliki tetap sesuai dengan kondisi terkini.

 

“Kemarin kita juga telah melaksanakan seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, meliputi evaluasi kinerja dan uji kompetensi. Hasilnya menjadi cerminan kemampuan Bapak dan Ibu. Mungkin ada yang beranggapan bahwa pengisian data itu rumit dan melelahkan, bahkan bisa memakan waktu hingga 24 jam penuh, namun itulah proses yang harus dihadapi,” ungkapnya.

 

Di akhir sambutannya, Bupati Johannes menegaskan bahwa profiling ASN bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap aparatur ditempatkan dan dikembangkan sesuai kompetensi serta potensi yang dimiliki.

 

“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Jangan takut pada pemetaan ini. Jadikan kesempatan untuk mengenali diri sendiri dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya.

 

Sementara itu, laporan Ketua Panitia yang dibacakan Kepala Bidang Promosi dan Mutasi BKPSDA Kabupaten Mimika, Natalia Walalayo, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan Profiling ASN 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat manajemen ASN berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

 

“Pelaksanaan profiling ini didasarkan pada kebutuhan penguatan manajemen ASN berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Tujuannya untuk melakukan pemetaan kompetensi, kualifikasi, dan potensi ASN guna mendukung perencanaan karier, penataan jabatan, serta peningkatan efektivitas kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel,” jelas Natalia dalam laporannya.

 

Adapun jumlah peserta Profiling ASN Tahun 2026 sebanyak 2.644 orang, yang terdiri atas 32 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 140 orang Pejabat Administrator, 113 orang Pejabat Pengawas, 805 orang Pejabat Fungsional Kesehatan dan lainnya, 361 orang Pejabat Fungsional Guru jenjang Ahli Madya, serta 1.190 orang Jabatan Pelaksana/Fungsional Umum.

 

Kegiatan Profiling ASN 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Agustus 2026, dan dilaksanakan secara serentak di empat lokasi, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMP Negeri 11 Mimika, SMP YPPK Santo Bernardus Mimika, dan SMK Tunas Bangsa Mimika.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap tersedianya basis data ASN yang lebih akurat dan komprehensif sebagai dasar dalam pengembangan karier, penataan jabatan, peningkatan kompetensi, serta pengambilan keputusan kepegawaian yang objektif dan berlandaskan sistem merit.

 

Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Mimika


Tags :